SEMARANG, BeritaTKP.com – Kompleks Pasar Modern Bukit Semarang Baru (BSB) di Kota Semarang, Jawa Tengah, mendadak gempar setelah dilalap si jago merah pada Minggu (26/7/2026) siang. Insiden kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruko ini sempat terekam kamera warga dan memperlihatkan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke udara.

Berikut adalah sejumlah fakta penting terkait peristiwa kebakaran di Pasar Modern BSB Semarang:

  1. Kesaksian Pedagang: APAR Tak Sanggup Padamkan Api Seorang pedagang buah di lokasi bernama Nugroho menceritakan detik-detik awal munculnya api. Bersama petugas keamanan pasar, ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api justru semakin membesar dan tak terkendali.

“Kita sama satpam berusaha memecahkan apar, tetep enggak bisa. Api tambah naik,” ujar Nugroho. Api dengan cepat merambat naik membakar material peredam panas dan terpal plastik hingga membuat ruangan dipenuhi asap hitam.

  1. Sumber Api Berasal dari Kios Soto Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengungkapkan bahwa titik awal munculnya api berasal dari salah satu kios kuliner, yakni kios soto milik Bu Ratih.

“Jadi awalnya muncul percikan api di bagian regulator gas. Tidak lama kemudian terjadi ledakan dan api langsung membesar,” kata Tantri.

  1. Penyebab Api Cepat Membesar dan Pekatnya Asap Petugas Damkar bergerak cepat usai menerima laporan sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengerahkan enam armada pemadam kebakaran. Kobaran api sempat menjalar ke bagian plafon bangunan.

Material plafon yang menggunakan bahan glasswool (peredam panas berbahan serat kaca halus) dan mudah terbakar membuat api cepat merambat serta memicu kepulan asap hitam pekat yang sempat menyulitkan proses penanganan awal.

  1. 50 Lapak Terdampak dan Tidak Ada Korban Jiwa Berkat kesigapan personel Damkar yang melakukan respons cepat selama kurang lebih 10 menit, proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sehingga api ngamuk berhasil dijinakkan sekitar pukul 12.00 siang.

Total area yang terbakar mencakup luas sekitar 3.000 meter persegi. Berdasarkan pendataan, terdapat satu lapak utama yang ludes terbakar (kios soto) serta 50 lapak lainnya yang turut terdampak. Beruntung, meskipun sempat menimbulkan kepanikan dan kerugian materiil, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.(æ/red)