Sukabumi, BeritaTKP.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung berbahan bilik bambu di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam. Tragedi tersebut mengakibatkan tiga anak yang merupakan kakak beradik meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang dilalap api.

Rumah berukuran sekitar 6 x 9 meter itu terbakar sekitar pukul 19.30 WIB. Korban meninggal masing-masing berinisial AM (10), SA (5), dan SAQ (4).

Kapolsek Nyalindung Iptu M. Yanuar Fajar membenarkan peristiwa tersebut.

“Betul, kami menerima laporan peristiwa kebakaran rumah panggung di Desa Wangunreja yang mengakibatkan tiga anak meninggal dunia akibat luka bakar di lokasi kejadian,” ujar Iptu M. Yanuar Fajar, Jumat (24/7/2026).

Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sebelum kebakaran terjadi aliran listrik di kawasan tersebut sempat padam.

Untuk penerangan, kakak korban berinisial NO (14) menyalakan sebatang lilin dan meletakkannya di atas piring plastik yang berada di atas televisi di ruang tamu.

Setelah itu, NO bersama neneknya, Nia Kurniasih (59), serta ketiga adiknya beristirahat di kamar depan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, NO terbangun karena merasakan hawa panas. Saat keluar dari kamar, ia mendapati api telah membesar dan memenuhi ruang tamu.

Nenek Berusaha Selamatkan Cucunya

Atas arahan sang nenek, NO segera berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga.

Sementara itu, Nia berusaha memadamkan api menggunakan air yang diambil dari kamar mandi dengan ember.

Namun, api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari bilik bambu yang mudah terbakar.

Nia sempat mencoba kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan ketiga cucunya, tetapi usahanya gagal karena kobaran api semakin besar. Warga sekitar juga berusaha mencegahnya demi keselamatannya.

Tiga Korban Meninggal di Lokasi

Polisi menduga titik awal kebakaran berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerangan darurat saat listrik padam.

“Api diduga bersumber dari lilin yang dinyalakan saat kondisi mati lampu. Lilin diletakkan di atas televisi ruang tamu lalu merembet ke dinding bilik bambu yang mudah terbakar,” jelas Iptu Yanuar.

Ketiga korban tidak sempat diselamatkan dan ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cijangkar menyatakan seluruh korban mengalami luka bakar sangat berat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tenaga kesehatan Puskesmas Cijangkar, ketiganya mengalami luka bakar derajat tiga atau 100 persen dan dinyatakan meninggal dunia di tempat,” katanya.

Kerugian Capai Rp50 Juta

Selain menewaskan tiga anak, peristiwa tersebut juga menyebabkan Nia Kurniasih dan NO mengalami luka bakar ringan pada bagian telapak kaki kiri dan lengan kiri saat berupaya menyelamatkan diri.

Kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Usai menerima laporan, personel Polsek Nyalindung bersama petugas pemadam kebakaran dan tenaga kesehatan melakukan penanganan di lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi.

Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap ketiga korban.

Menanggapi kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan lilin sebagai penerangan darurat ketika terjadi pemadaman listrik.

“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan lilin ketika mati lampu. Pastikan diletakkan di tempat aman dan jauh dari bahan mudah terbakar agar tragedi tidak terulang,” pungkas Iptu Yanuar.(æ/red)