MAKASSAR, BeritaTKP.com – Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya jenazah tambahan di hari ketujuh serta masih banyaknya penumpang yang belum ditemukan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat ini diputuskan berdasarkan evaluasi di lapangan serta kesepakatan bersama dengan unsur pemerintah daerah dan tim SAR gabungan.
“Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan,” ujar Yudhi Bramantyo, Rabu (22/7/2026).
Data Korban dan Penyerahan Jenazah Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, memaparkan bahwa dari total 76 orang penumpang yang berada di atas kapal, sebagian besar telah berhasil ditemukan.
“Yang sudah ditemukan ada 59 selamat di antaranya pertama ada satu nakhoda, kemudian tujuh ABK dan 50 penumpang. Kemudian korban meninggal dunia ditemukan satu dan sekarang sudah ada di rumah sakit,” ungkap Didik saat jumpa pers di Gedung Dokkes Polda Sulsel.
Sementara itu, Kepala Biddokes Polda Sulsel, Kombes M. Haris, mengonfirmasi pihaknya telah menerima dua kantong jenazah dari Basarnas Makassar yang tiba melalui KN SAR Kamajaya di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
Kedua jenazah tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Mengingat kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami kerusakan cukup parah setelah sepekan di laut, tim DVI menyatakan proses identifikasi utama akan mengandalkan tes DNA.
“Pemeriksaan DNA ini memerlukan waktu yang lumayan, 2 hingga 3 minggu lah,” kata Haris. Pihak Biddokes saat ini juga tengah mengumpulkan data antemortem serta sampel DNA dari pihak keluarga korban yang belum ditemukan.
Pengerahan Alutsista dan Area Pencarian Selama masa perpanjangan tiga hari ke depan, Basarnas memastikan pengerahan armada laut dan udara akan terus dioptimalkan. Berdasarkan analisis pergerakan arus dan angin menggunakan metode Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP), tim gabungan mengerahkan sejumlah alutsista termasuk KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, hingga pesawat Boeing 737-200.(æ/red)





