Polisi Ungkap Kronologi Rombongan Pikap Santri Tabrak Rumah Warga hingga Dua Korban Tewas

Lampung Selatan, BeritaTKP.com – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan santri terjadi di Jalan Exit Tol Kalianda, Dusun Kubang Handak, Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (22/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua santri meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Polisi menduga mobil pikap Suzuki Carry bernomor polisi BE 8733 OC melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali saat melintasi tikungan hingga menabrak sebuah rumah warga.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP M. Erza Trisyahputra Nasution, menjelaskan rombongan santri tersebut berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Agom, Kalianda. Saat kejadian, mereka baru saja kembali usai membuang sampah.

“Rombongan santri ini dari Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Agom Kalianda, Lampung Selatan, pulang dari membuang sampah. Sesampainya di jalan yang menikung, kendaraan diduga melaju cukup kencang sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju mobil,” ujar AKP Erza, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, kendaraan kemudian bergerak ke sisi kanan jalan, keluar dari badan jalan, lalu menghantam rumah milik warga.

Benturan yang cukup keras membuat mobil pikap berputar sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak bak penampungan air yang berada di depan rumah tersebut.

Dua Santri Meninggal Dunia

Akibat kecelakaan tersebut, dua santri meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban masing-masing berinisial MAG (18), warga Kabupaten Pesawaran, dan MF (16), warga Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Selain korban meninggal, dua penumpang lainnya mengalami luka berat, sementara tiga korban lainnya menderita luka ringan.

Pengemudi pikap berinisial MR (18) turut mengalami luka robek pada bagian mata kanan.

Sementara para penumpang lainnya mengalami berbagai cedera, mulai dari luka robek di kepala, patah tulang tangan, hingga luka lecet di sejumlah bagian tubuh.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyebut kondisi jalan saat kecelakaan terjadi dalam keadaan baik.

Ruas jalan menggunakan permukaan rigid beton dengan lebar sekitar delapan meter. Selain itu, cuaca saat kejadian dilaporkan cerah dan arus lalu lintas relatif lengang.

“Cuaca saat itu juga cerah dan arus lalu lintas relatif lengang,” kata AKP Erza.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pendalaman di lokasi kejadian, serta mengumpulkan barang bukti untuk memastikan faktor yang menyebabkan mobil pikap tersebut kehilangan kendali hingga berujung kecelakaan maut.(æ/red)