TUBAN, BeritaTKP.com – Rombongan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Tuban diserang sekelompok pemuda berseragam dominan hitam saat perjalanan pulang usai mengikuti acara Tasyakuran Warga Baru SH Terate 2026.

Akibat penyerangan tersebut, sebanyak 10 orang mengalami luka-luka, dengan empat di antaranya mengalami luka berat hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah Jalan Raya Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Video penyerangan tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat puluhan orang mengenakan pakaian serba hitam menghadang rombongan SH Terate. Sejumlah pelaku diduga melakukan pengeroyokan dan merusak beberapa sepeda motor milik korban.

Bahkan, beberapa orang dalam kelompok tersebut diduga membawa senjata seperti rantai saat melakukan aksi penyerangan.

Diduga Diikuti Puluhan Orang

Lembaga Hukum dan Advokasi SH Terate Cabang Tuban, Khoirun Nasihin, mengatakan penyerangan terjadi ketika rombongan sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara tasyakuran.

“Akibat kejadian itu 10 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, empat orang mengalami luka berat,” ujar Khoirun, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, sebelum kejadian, rombongan diduga sudah diikuti dan dikejar oleh sekitar 50 orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

“Dalam perjalanan pulang, rombongan diduga diikuti dan dikejar sekitar 50 orang yang sampai sekarang belum diketahui identitasnya,” katanya.

Ia menyebut penyerangan terjadi di beberapa titik dan diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.

Terjadi di Empat Lokasi

Khoirun menjelaskan aksi penyerangan berlangsung secara beruntun di empat lokasi berbeda, yakni wilayah Kecamatan Tuban, Merakurak, dan Montong.

Pihak SH Terate berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.

“Kami berharap identitas para pelaku segera terungkap beserta motif di balik peristiwa ini sehingga memberikan kepastian hukum bagi para korban,” ujarnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasat Reskrim Polresta Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam membenarkan adanya kejadian tersebut.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

“Anggota sudah turun ke lapangan dan doakan segera terungkap,” ujar Bobby.

Polresta Tuban memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku agar segera melapor untuk membantu proses penyidikan.(æ/red)