PAREPARE, BeritaTKP.com – Acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sempat diwarnai keributan. Insiden tersebut melibatkan ajudan Wali Kota Parepare, Ahmad Husaini, yang menjadi sorotan setelah menyalakan flare di tengah kerumunan penonton.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (20/7/2026) saat penonton tengah merayakan gol pertama pertandingan. Percikan dari red flare yang dibawa Ahmad disebut mengenai tangan seorang penonton perempuan.

Salah seorang warga, Ricky Leonard, mengatakan flare tersebut datang dari arah belakang tempat mereka duduk. Menurutnya, flare kedua juga dibawa oleh orang yang sama hingga akhirnya menimbulkan insiden.

“Saat merayakan gol, red flare kedua datang dari belakang posisi kami duduk dibawa langsung orang yang sama. Tiba-tiba teman perempuan di depan saya merintih ternyata akibat kena percikan flare,” ujar Ricky.

Melihat kejadian tersebut, seorang warga kemudian melempar botol plastik ke arah pemegang flare sebagai bentuk teguran. Namun, tindakan itu justru memicu cekcok antara kedua pihak.

Ricky menilai penggunaan flare di tengah kerumunan penonton berisiko membahayakan keselamatan, terlebih acara tersebut merupakan kegiatan publik yang digelar pemerintah daerah.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan memiliki pengamanan dan standar operasional yang lebih baik.

Ajudan Akui Bawa Flare dan Minta Maaf

Sementara itu, Ahmad Husaini memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan awalnya flare dinyalakan oleh penonton di bagian belakang area lapangan. Karena melihat kondisi yang ramai, ia kemudian membawa flare tersebut ke bagian depan dekat videotron.

“Awalnya menyala di belakang, saya bawa ke depan karena saya anggap aman. Karena di belakang masih banyak juga orang,” kata Ahmad.

Ia mengaku tidak mengetahui jika percikan flare mengenai seorang penonton perempuan. Ahmad menyebut dirinya tetap memegang flare hingga habis untuk mencegah risiko kebakaran di area lapangan.

Setelah mengetahui ada penonton yang terkena percikan, Ahmad mengaku langsung menghampiri korban dan menyampaikan permintaan maaf.

“Saya simpan flare itu, saya datangi lalu minta maaf. Walaupun itu bukan kesengajaan saya,” ujarnya.

Ahmad juga membantah bahwa insiden tersebut terjadi karena dirinya sebagai ajudan Wali Kota. Ia menyayangkan adanya narasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan jabatannya.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video cekcok antara Ahmad dan warga beredar di media sosial. Hingga kini, pihak terkait masih memberikan klarifikasi mengenai insiden yang terjadi dalam acara nobar tersebut.(æ/red)