SELAYAR, BeritaTKP.com – Operasi pencarian terhadap 24 penumpang KM Nurul Salsa yang dinyatakan hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari ketiga pada Jumat (17/7/2026). Tim SAR gabungan memperkuat armada pencarian dengan mengerahkan sejumlah alutsista laut dan udara.

Pengerahan Kekuatan Maksimal Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa penambahan unsur ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyisiran di area yang luas.

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal,” ungkap Arif, Jumat (17/7/2026).

Selain KN SAR Kamajaya yang menyisir Sektor II seluas 90 nautical mile persegi, KRI Marlin 877 milik TNI AL juga tetap melanjutkan penyisiran di Sektor I. Sementara itu, pesawat Boeing B737-200 dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara guna mendeteksi keberadaan korban yang mungkin hanyut terbawa arus.

Kronologi Kejadian KM Nurul Salsa sebelumnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026). Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Kondisi tersebut membuat kapal terombang-ambing sebelum akhirnya terbalik.

Dari total 74 orang yang berada di atas kapal, data terbaru menunjukkan bahwa 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 24 orang lainnya masih dalam pencarian. Upaya penyelamatan awal sempat dibantu oleh KM Harapan Kita yang mengevakuasi 43 orang, sementara sisanya diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas.

Operasi SAR Terpadu Operasi pencarian ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Makassar, Pos SAR Selayar, TNI AL, TNI AU, BPBD Kepulauan Selayar, Polairud, Syahbandar, serta masyarakat nelayan setempat.

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” tutup Arif.

Pihak Basarnas menyatakan bahwa data korban masih bersifat dinamis seiring dengan proses validasi informasi dari pihak keluarga. Masyarakat diimbau untuk mendoakan agar seluruh korban yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.(æ/red)