SURABAYA, BeritaTKP.com – Sejumlah ibu-ibu di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendatangi rumah seorang terduga pelaku penipuan bermodus penjualan sembako murah di kawasan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin (13/7/2026). Kedatangan massa tersebut dipicu oleh kekecewaan setelah uang deposit mereka untuk pembelian sembako tidak kunjung berwujud barang.

Dalam aksinya, para korban menuntut agar terduga pelaku segera mengembalikan uang mereka yang telah disetor hingga mencapai ratusan juta rupiah secara akumulatif.

Salah satu korban, Elzatul Fadilah, mengungkapkan bahwa ia telah menyetorkan uang deposit sebesar Rp42 juta. Namun, barang-barang yang dijanjikan pelaku tidak pernah dikirimkan.

“Deposit saya ke dia masuk Rp42 juta, tapi yang saya depositkan belum pernah datang,” ujar Elzatul saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut keterangan para korban, modus pelaku dimulai dengan memasarkan sembako melalui media sosial dengan harga di bawah pasaran. Pada tahap awal, pelaku melayani pesanan dengan jujur sehingga para korban merasa percaya. Namun, setelah korban menyetor uang dalam jumlah besar untuk periode berikutnya, pelaku mulai mencari alasan.

Saat ditagih, pelaku berdalih bahwa barang yang tersedia saat itu seperti beras harus dibayar tunai, sehingga tidak bisa dipotong dari saldo deposit yang sebelumnya sudah dibayarkan korban untuk komoditas lain seperti minyak goreng dan mi instan.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang hadir dalam proses mediasi di lokasi, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai modus ini merupakan pola klasik penipuan yang memanfaatkan kepercayaan korban.

“Orang modus pertama mulai arisan bodong, mulai judol (judi online), semua itu awalnya sekali, dua kali, tiga kali lancar. Berikutnya enggak lancar,” ujar Armuji menyoroti pola penipuan tersebut.

Mediasi yang berlangsung di kediaman terduga pelaku sempat berjalan panas karena pemilik rumah enggan mengembalikan uang para korban. Lantaran tidak menemui titik terang, para korban akhirnya sepakat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Saat ini, para korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya agar pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas perkara ini dan memproses terduga pelaku sesuai hukum yang berlaku.(æ/red)