
Jakarta, BeritaTKP.com – Penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) mengungkap fakta mengejutkan mengenai sistem penyimpanan rahasia di lokasi tersebut.
Fokus Penggeledahan di Lantai Dua
Berdasarkan keterangan saksi berinisial F yang diminta hadir untuk mendampingi proses tersebut, penggeledahan dipusatkan di lantai dua bangunan berbentuk huruf L yang menjadi area kantor atau ruang staf.
Penyidik menyasar tiga ruangan khusus di area yang bertanda “Area Khusus Staf”. Salah satu ruangan yang paling diperiksa secara intensif adalah ruang kerja pimpinan kafe.
Fakta “Brankas di Dalam Brankas”
Temuan di ruang pimpinan tersebut di luar dugaan. Penyidik tidak menemukan brankas secara langsung, melainkan harus melalui beberapa lapisan keamanan:
- Lapis Pertama: Penyidik harus membuka sebuah buffet atau lemari terlebih dahulu.
- Lapis Kedua: Di balik buffet tersebut terdapat pintu rahasia yang mengarah ke ruang penyimpanan.
- Lapis Ketiga: Di dalam ruang penyimpanan tersebut terdapat sebuah brankas besar.
- Lapis Keempat: Di dalam brankas besar tersebut, ditemukan dua brankas kecil tambahan.
Barang Bukti yang Diamankan
Saksi sempat melihat proses pengangkutan barang bukti dari balik ruangan tersebut saat ia kembali dari luar. Beberapa barang yang diduga diamankan meliputi:
- Uang Tunai: Terdiri dari mata uang Rupiah dan mata uang asing (dolar).
- Logam Mulia: Saksi menduga terdapat emas yang turut diamankan.
- Barang Lainnya: Seluruh barang bukti tersebut kemudian dimasukkan ke dalam koper dan diangkut menggunakan mobil berwarna putih menuju Polda Metro Jaya.
Saksi F mengaku diminta hadir hanya untuk menyaksikan proses penggeledahan dan pembukaan barang bukti, bukan untuk menjalani pemeriksaan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterkaitan temuan di kafe ini dengan tiga kasus besar yang sedang diusut, yakni dugaan korupsi blackout batu bara PLN, PT ASABRI, dan Krakatau Steel.(æ/red)





