Mesuji, BeritaTKP.com – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Bupati Mesuji, Elfianah Khamami, resmi membuka sayembara berhadiah fantastis bagi masyarakat. Warga yang berhasil menemukan dan menangkap seekor tapir (Tapirus indicus) dalam kondisi hidup akan diberikan imbalan sebesar Rp 50 juta per ekor.

Tujuan Sayembara: Mencegah Perburuan Liar

Sayembara ini merupakan respons tegas pemerintah pascainsiden pembantaian tapir yang sempat viral di Kabupaten Mesuji beberapa waktu lalu. Hadiah tersebut disediakan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyelamatkan satwa langka dari tindakan perburuan.

Bupati Mesuji, Elfianah Khamami, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tapir yang keluar dari habitatnya dapat diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

“Pak Gubernur menghubungi saya. Kalau ada lagi tapir ditemukan, beliau akan memberikan hadiah kepada warga yang bisa menangkapnya hidup-hidup. Nantinya tapir akan dibawa ke Way Kambas atau kawasan hutan lindung, karena Mesuji bukan habitat alaminya,” ujar Elfianah, Senin (6/7/2026).

Prosedur Pelaporan dan Keamanan

Bupati Mesuji menegaskan bahwa masyarakat tidak harus menangkap tapir dengan risiko membahayakan diri sendiri. Pihak pemerintah memberikan kemudahan bagi warga yang melihat keberadaan satwa tersebut:

  • Tidak Harus Menangkap Sendiri: Warga yang melihat tapir cukup melaporkan atau menunjukkan lokasi penemuan kepada petugas.
  • Hadiah Tetap Berlaku: Jika laporan warga berhasil menuntun tim untuk mengamankan tapir dalam kondisi hidup, warga tersebut tetap berhak mendapatkan hadiah Rp 50 juta.

Upaya Edukasi Berkelanjutan

Selain membuka sayembara, Pemerintah Kabupaten Mesuji terus menggencarkan sosialisasi ke tingkat desa-desa mengenai status tapir sebagai satwa dilindungi oleh Undang-Undang. Pemerintah ingin mengedukasi masyarakat agar tidak memburu atau menyakiti satwa tersebut, mengingat populasinya yang sudah sangat kritis di alam liar.

Dengan adanya apresiasi finansial bagi penyelamat satwa ini, pemerintah berharap pola pikir masyarakat dapat berubah dari pemburu menjadi pelindung bagi kekayaan hayati Indonesia.(æ/red)