Kecelakaan maut di Bekasi, sopir mobil truk wing boks yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut di depan Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Jalan Cut Mutia, Margahayu, Kota Bekasi. (Istimewa)

Bekasi, BeritaTKP.com – Mimpi buruk akibat kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan berat kembali berulang. Jalanan Kota Bekasi mendadak mencekam setelah sebuah truk wing boks menerobos lampu merah dan menghantam lima sepeda motor di depan Universitas Islam 45 (UNISMA), Jalan Cut Mutia, Margahayu, Senin (29/6/2026) pagi.

Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini mengakibatkan satu orang tewas di tempat dan lima orang lainnya menderita luka-luka.

Kronologi Tabrakan Maut

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, petaka bermula saat arus lalu lintas dari arah UNISMA menuju Jalan Kartini mulai bergerak lantaran lampu rambu telah menyala hijau. Namun nahas, dari arah berlawanan, sebuah truk wing boks melaju tak terkendali dan menerobos lampu lalu lintas yang sudah menyala merah di jalurnya.

Benturan keras pun tak terhindarkan. Truk tersebut menyapu bersih lima kendaraan roda dua yang sedang melintas.

“Menurut saksi, dia sudah posisi lampu merah, sementara dari arah UNISMA ke Kartini sudah hijau. Belum diketahui apakah mobil mengalami rem blong atau memang memaksa menerobos lampu merah,” papar Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Triana.

Petugas kepolisian dibantu warga sekitar langsung tancap gas memprioritaskan evakuasi para korban ke rumah sakit, sehingga proses identifikasi sempat tertunda. Korban yang mengalami luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RSUD. Arus lalu lintas di lokasi kejadian baru berangsur normal kembali sekitar pukul 09.00 WIB usai bangkai kendaraan dievakuasi.

Penyelidikan dan Polemik “Rem Blong”

Aparat penegak hukum bergerak cepat menangani perkara ini. Sopir truk telah digelandang ke kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif, sementara seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan disita sebagai barang bukti.

Meski dugaan awal mengarah pada kegagalan fungsi pengereman (rem blong) atau armada yang tidak siap beroperasi, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, menyatakan pihaknya masih harus berhati-hati dan mendalami seluruh alat bukti.

“Info awal sementara ada satu korban meninggal dunia dan lima lainnya luka. Dugaan sementara terkait kendaraannya tidak siap beroperasi (rem blong). Mohon waktu, kami sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan rekaman CCTV,” tegas Gefri.

Tim penyidik saat ini masih menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk memastikan apakah insiden tersebut murni kegagalan teknis kendaraan atau terselip unsur kelalaian manusia (human error).

Fenomena Gunung Es: Ancaman Truk Maut yang Tak Pernah Tuntas

Insiden maut di Jalan Cut Mutia ini seolah membuka kembali kotak pandora terkait keselamatan angkutan barang di jalan raya. Pola kecelakaan dengan skenario serupa terus berulang dan seakan tidak pernah benar-benar terselesaikan.

Sebelum tragedi di Bekasi merenggut nyawa, teror rem blong juga tercatat merenggut korban jiwa di lintas daerah. Pada 16 Juni 2026 lalu, kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga truk boks terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya.

Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP M Erza Trisyahputra Nasution, mengungkapkan bahwa truk Isuzu Giga yang melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung mengalami gagal fungsi pengereman saat melintasi ruas jalan lurus dan menurun, sebelum akhirnya menghantam truk boks di depannya.

Rentetan kecelakaan maut ini menyisakan pekerjaan rumah besar bagi berbagai pihak. Pertanyaan mendasar seputar kelaikan armada, integritas uji kir, kedisiplinan perawatan berkala (preventive maintenance), hingga pengawasan angkutan barang yang kelebihan muatan (overdimension overload – ODOL) terus menjadi sorotan tajam publik yang menuntut keadilan dan jaminan keselamatan di jalan raya.(æ/red)