
Sukabumi, BeritaTKP.com – Suasana di dalam sebuah angkutan kota (angkot) yang melintas di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak geger pada Sabtu (27/6/2026). Seorang pria paruh baya berusia 57 tahun dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di dalam kendaraan umum tersebut.
Kapolsek Cicurug, Kompol Aah Hermawan, mengonfirmasi bahwa identitas korban adalah Suparna. Diketahui, korban merupakan warga Kampung Bojonglarang, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda.
Detik-Detik Penurunan Kondisi Korban
Insiden maut ini bermula sekitar pukul 09.00 WIB pagi, saat korban menumpang angkot dan melintasi kawasan Pasar Cicurug. Di tengah perjalanan, Suparna tiba-tiba mengeluhkan rasa tidak enak badan.
“Korban mengeluhkan sesak napas sambil mengelus bagian dadanya ketika angkot berada di kawasan Pasar Cicurug,” ujar Aah, dikutip Minggu (28/6/2026).
Angkot kemudian tetap melanjutkan perjalanannya menuju arah Stasiun Cicurug. Namun nahas, kondisi fisik korban justru semakin menurun drastis. Akibat kesulitan bernapas yang hebat, korban akhirnya terkulai lemas dan terbaring di kursi bagian belakang angkot.
Aksi Heroik Sopir Angkot dan Penanganan Medis
Kepanikan memuncak ketika angkot tiba di sekitar area perlintasan rel kereta api. Sopir angkot menyadari bahwa penumpangnya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Tanpa pikir panjang, sang sopir langsung berinisiatif memutar balik kendaraannya dan tancap gas menuju Puskesmas Cicurug agar korban bisa secepatnya mendapatkan pertolongan medis darurat. Peristiwa tersebut juga langsung dilaporkan kepada jajaran Polsek Cicurug.
Sayangnya, takdir berkata lain. Setibanya di puskesmas dan dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim dokter, korban dinyatakan sudah menghembuskan napas terakhirnya. Tim medis menduga kuat bahwa Suparna mengalami serangan jantung, mengingat gejala awal yang ditunjukkannya berupa nyeri dada hebat yang menjalar hingga ke punggung.
Kepastian Hukum dan Pesan Kemanusiaan
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa prosedur visum luar telah dilakukan terhadap jenazah korban di puskesmas. Di sisi lain, pihak keluarga korban telah memberikan pernyataan resmi menolak untuk dilakukan autopsi. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Suparna dan menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah.
Jenazah korban pun telah diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk segera disemayamkan dan dimakamkan secara layak.
Kapolsek Cicurug secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada sopir angkot yang bergerak cepat dan sigap mengambil tindakan penyelamatan dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Aah juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala seperti sesak napas atau nyeri dada. Ia menyarankan agar warga segera mencari pertolongan medis profesional apabila mengalami gejala serupa guna mencegah terjadinya kondisi darurat yang berakibat fatal.(æ/red)





