Sidoarjo, BeritaTKP.com – Penyelidikan kasus penemuan jenazah ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50) di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda memasuki babak baru. Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan sosok pria bermasker yang diduga menjadi orang terakhir mengendarai mobil sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan rekaman CCTV di pintu masuk parkir menunjukkan seorang pria berada di kursi pengemudi saat mengambil tiket parkir. Sementara itu, korban tidak terlihat karena diduga berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan sandaran kursi direbahkan.
Menurut Risang, posisi kursi yang direbahkan sejak awal diduga sengaja dilakukan sehingga tubuh korban tidak tertangkap kamera saat kendaraan memasuki kawasan bandara.
Dari rekaman CCTV, pria tersebut terlihat mengenakan kaus berwarna biru, masker putih, dan kacamata minus. Ia tidak memakai topi sehingga rambut ikalnya dengan bagian samping yang tampak menipis masih terlihat jelas. Meski demikian, identitas pria tersebut belum dapat dipastikan karena sebagian besar wajahnya tertutup masker.
Ketiadaan sosok korban dalam rekaman CCTV memunculkan dugaan bahwa perempuan tersebut telah meninggal dunia sebelum mobil memasuki area Bandara Juanda. Dugaan itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Di sisi lain, keluarga korban juga menyoroti hasil autopsi sementara dari tim forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul serta sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan kematian akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.
Kuasa hukum keluarga menilai temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal secara tidak wajar sehingga meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian dan mengungkap identitas pria bermasker yang terekam CCTV.
Sebelumnya, jenazah korban ditemukan pada Rabu (24/6/2026) di dalam mobil yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda. Keberadaan korban pertama kali diketahui setelah sejumlah pengemudi taksi online mencium bau menyengat dan melihat cairan menetes dari bawah kendaraan. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.(æ/red)





