ilustrasi

Bogor, BeritaTKP.com – Seorang mahasiswa berinisial DCSA (20) ditemukan meninggal dunia di lahan kosong kawasan proyek pembangunan perumahan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengatakan, korban merupakan mahasiswa yang berdomisili di wilayah Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Korban diketahui berinisial DCSA (20), seorang mahasiswa yang berdomisili di wilayah Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng,” kata Maman, Selasa (23/6/2026).

Ditemukan Telungkup di Area Proyek

Korban ditemukan pada Senin (22/6/2026) sore di area proyek pembangunan perumahan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup di atas tunggul pohon dengan mengenakan pakaian lengkap serta masih memakai sepatu.

“Korban ditemukan dalam posisi telungkup di atas sebuah tunggul pohon dengan mengenakan pakaian lengkap. Lokasi penemuan memang berada di area perumahan yang masih dalam tahap pembangunan dan relatif sepi,” ujar Maman.

Penemuan jasad korban kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara pasti rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penyidik masih memeriksa berbagai fakta di lapangan, termasuk hasil olah TKP, keterangan para saksi, serta barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta, baik dari TKP, keterangan saksi, maupun barang bukti yang ada untuk mengetahui rangkaian peristiwanya secara utuh,” jelasnya.

Tidak Ditemukan Luka dan Barang Hilang

Berdasarkan pemeriksaan awal secara kasat mata, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.

Selain itu, seluruh barang milik korban juga masih berada di tempat sehingga tidak ditemukan indikasi kehilangan harta benda.

“Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda luka pada tubuh korban berdasarkan pengamatan kasat mata. Tidak ada barang milik korban yang hilang,” kata Maman.

Meski demikian, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Keluarga Tolak Autopsi

Dalam proses penanganan kasus ini, pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Keputusan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penyelidikan yang saat ini masih berlangsung.

Polisi memastikan akan terus mengumpulkan informasi dan bukti pendukung untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut.

Hingga saat ini, kasus penemuan jasad DCSA masih dalam penanganan aparat kepolisian Polsek Parung.(æ/red)