Banda Aceh, BeritaTKP.com – Sebuah insiden ledakan dan kebakaran terjadi di kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 sesaat setelah kapal tersebut tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Peristiwa itu mengakibatkan belasan orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diduga berasal dari ruang mesin kapal yang baru menyelesaikan pelayaran dari Pelabuhan Balohan, Pulau Weh, Kota Sabang. Suara ledakan yang cukup keras sempat mengundang perhatian petugas dan masyarakat di sekitar pelabuhan.
Tim SAR bersama unsur terkait segera melakukan proses evakuasi terhadap para korban. Sebagian besar korban merupakan taruna atau mahasiswa pelayaran yang sedang menjalani praktik di atas kapal. Selain itu, seorang anak buah kapal (ABK) juga dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.
Total korban yang dievakuasi berjumlah sekitar 15 orang. Seluruh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani situasi di atas kapal dan memastikan api tidak menyebar ke bagian lain. Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim investigasi forensik turut melakukan pemeriksaan guna mengungkap penyebab pasti ledakan.
Petugas dari Balai Kekarantinaan Kesehatan juga memberikan pertolongan awal kepada para korban sebelum mereka dipindahkan ke rumah sakit menggunakan ambulans dan armada transportasi umum yang disiagakan.
Hingga saat ini, seluruh korban masih menjalani perawatan di instalasi gawat darurat RSUDZA Banda Aceh. Berdasarkan laporan awal, para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka yang memerlukan penanganan intensif.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber ledakan dan penyebab kebakaran di kamar mesin kapal. Sementara operasional dan kondisi kapal juga menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(æ/red)





