Tuban, BeritaTKP.com – Aksi arogan seorang oknum anggota kepolisian di Kabupaten Tuban menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang badut pengamen menjadi korban pemukulan hingga dipaksa bersujud setelah terlibat insiden kecelakaan ringan di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Tuban.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) malam itu bermula ketika korban berinisial K (37), warga Rembang, Jawa Tengah, sedang menyeberang jalan sambil membawa ember tempat uang hasil mengamen. Saat berada di tengah jalan, korban tersenggol sepeda motor yang dikendarai TS (32), yang belakangan diketahui merupakan anggota kepolisian.

Akibat insiden tersebut, ember milik korban terjatuh dan uang receh yang berada di dalamnya berserakan di jalan. Namun bukannya menyelesaikan persoalan secara baik-baik, pelaku justru meluapkan emosinya dengan memarahi, menampar, hingga menoyor kepala korban beberapa kali.

Dalam rekaman video yang beredar, pelaku juga terlihat memaksa korban untuk bersujud dan meminta maaf di hadapannya. Aksi tersebut memicu reaksi warga yang berada di lokasi dan berusaha melerai kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa pelaku merupakan oknum anggota polisi. Meski korban tidak membuat laporan resmi, pihak kepolisian tetap mengambil langkah cepat dengan memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi.

“Hasil mediasi, pelaku mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf kepada korban. Korban juga telah memaafkan dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” ujar Siswanto.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pelaku juga memberikan kompensasi biaya pengobatan sebesar Rp150 ribu kepada korban secara sukarela.

Polres Tuban menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku merupakan perbuatan pribadi dan tidak mencerminkan institusi kepolisian. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi serta penyelesaian masalah secara bijaksana tanpa kekerasan.(æ/red)