Pekanbaru, BeritaTKP.com — Polisi bersama POM TNI menggelar razia narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru, Riau. Dalam razia gabungan tersebut, sebanyak 13 orang diamankan karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman, mengatakan seluruh orang yang diamankan dalam razia tersebut telah diserahkan ke Polresta Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru,” kata Kombes Muharman, Jumat, 29 Mei 2026.

Dari 13 orang yang diamankan, delapan di antaranya merupakan pria dan lima lainnya wanita. Mereka diketahui berasal dari sejumlah daerah, yakni Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan.

Delapan pria yang diamankan masing-masing berinisial KS (32), RR (22), GFA (23), TT (28), AF (21), FAY (24), FER (22), dan IRF (22). Sementara lima wanita yang turut diamankan berinisial FA (23), RR (23), SAP (22), SA (23), dan ARS (23).

Dalam razia tersebut, salah satu orang yang diamankan disebut merupakan anak kepala daerah berinisial AF. Selain itu, seorang wanita berinisial SA juga diketahui merupakan selebgram.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain ganja kering seberat 9,8 gram dan empat cairan etomidate dari FER. Selain itu, petugas juga menyita ganja kering seberat 1,2 gram dari FAY.

“Tiga orang positif memakai ganja, selebihnya positif etomidate,” sebut Muharman.

Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa AF yang disebut sebagai anak pejabat juga dinyatakan positif menggunakan ganja dan etomidate.

“Itu positif ganja dan etomidate,” ujar Wawan.

Saat ini, seluruh orang yang diamankan masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Razia gabungan ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam menekan penyalahgunaan narkoba, terutama di tempat hiburan malam yang rawan dijadikan lokasi peredaran maupun penggunaan narkotika.

Polisi mengimbau masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungan sekitar.(æ/red)