Surabaya,BeritaTKP.com — Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menjadi sorotan publik usai Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung salah satu gerai koperasi di Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026).
Perhatian masyarakat tertuju pada harga LPG 3 kilogram yang disebut dijual hanya Rp16.000 per tabung. Angka tersebut memicu perdebatan luas di media sosial karena dianggap jauh berbeda dengan harga yang biasa dibayar rakyat di warung-warung kecil, yakni sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.
Publik pun mempertanyakan apakah harga murah tersebut benar-benar bisa dinikmati masyarakat secara umum atau hanya ditampilkan saat kunjungan pejabat.
Sejumlah netizen mengaku heran karena setelah peresmian dilakukan, warga yang mencoba membeli LPG murah disebut mengalami kendala saat menyerahkan KTP untuk pendataan sistem. Bahkan muncul klaim dari masyarakat bahwa koperasi tersebut tidak lagi beroperasi normal setelah kunjungan selesai. Informasi ini sendiri masih menjadi perbincangan publik dan belum ada penjelasan resmi yang rinci dari pihak terkait.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya praktik “asal bapak senang” (ABS), yakni pencitraan program demi menunjukkan keberhasilan di hadapan pimpinan negara. Dugaan ini semakin ramai karena sebelumnya publik juga sempat memperdebatkan pernyataan Presiden soal masyarakat desa yang dianggap “tidak membutuhkan dolar” di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sulit oleh sebagian rakyat.
Bagi banyak warga, persoalan utamanya bukan sekadar harga gas, melainkan rasa kepercayaan yang mulai menurun terhadap program-program pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan realita di lapangan.
Di media sosial, sebagian masyarakat juga mulai menyuarakan pentingnya pengawasan rakyat yang lebih kuat terhadap pejabat publik. Mereka menilai sistem politik ke depan harus lebih transparan dan benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan hanya menjadi ajang pencitraan elite kekuasaan.
Hingga kini, polemik soal LPG Rp16 ribu dan operasional Koperasi Desa Merah Putih tersebut masih menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat Indonesia.
By, Kritik Tajam Rakyat Indonesia Kepada Pejabat NKRI ini Yang Semakin Hari Semakin Tak Masuk Akal.(I’m)





