Ambulans saat membelah iring-iringan rombongan presiden-menteri di Nganjuk (Foto: Istimewa)

NGANJUK, BeritaTKP.com — Sebuah mobil ambulans milik Lazisnu Nganjuk mendadak viral di media sosial setelah terekam melintas di tengah iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri saat kunjungan kerja di Nganjuk.

Ambulans bernomor polisi AG 1382 GV itu diketahui sedang membawa pasien darurat rujukan dari RSUD Kertosono menuju Rumah Sakit Ngudi Waluyo Blitar.

Peristiwa tersebut terjadi saat ambulans melintas di Jalan Raya Surabaya-Solo, Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono. Saat itu, arus lalu lintas sedang padat karena adanya rombongan pejabat yang mengantar kepulangan Presiden menggunakan helikopter di Stadion Kertosono.

Video momen ambulans membelah iring-iringan kendaraan pejabat itu diunggah akun Instagram @ambulance.lazisnu.nganjuk_ pada Minggu (17/5/2026). Dalam sehari, video tersebut telah ditonton lebih dari 550 ribu kali dan mendapat banyak respons dari warganet.

Sopir ambulans, Purwandika Sunu Maulana (21), mengatakan saat itu dirinya sedang menuju RSUD Kertosono dari arah Kota Nganjuk untuk menjemput pasien. Pasien tersebut merupakan pasien stroke yang harus segera dirujuk ke Blitar dengan bantuan oksigen penuh.

“Kondisi pasiennya darurat karena memakai oksigen. Posisi saya dari arah Kota Nganjuk menuju RSUD Kertosono. Pas sudah masuk Desa Nglawak, sekitar kurang dari satu kilometer dari rumah sakit, jalan sudah macet total,” ujar Maulana, Senin (18/5/2026).

Maulana mengatakan, awalnya ia mencoba mengambil jalur kanan karena melihat antrean kendaraan yang cukup panjang. Beruntung, ia melihat petugas Damkar Nganjuk berada di lokasi dan membantu membuka jalan hingga ambulans tiba di RSUD Kertosono.

Setelah pasien berhasil dibawa, ambulans kembali bergerak menuju RS Ngudi Waluyo Blitar. Namun, saat itu iring-iringan kendaraan menteri masih memenuhi jalur.

Melihat kondisi tersebut, aparat gabungan langsung bergerak memberikan ruang bagi ambulans. Polisi patwal, Satlantas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Polisi Militer ikut membantu membuka jalur agar ambulans dapat melintas.

“Pas sudah bawa pasien, ternyata di depan masih ada rombongan menteri. Petugas langsung bantu. Saya lewat jalur tengah, mobil-mobil rombongan minggir semua,” terang Maulana.

Maulana menyebut pengawalan dilakukan hingga kawasan sebelum Simpang Mengkreng. Setelah itu, arus lalu lintas kembali lancar dan ambulans melanjutkan perjalanan menuju arah Kediri-Blitar.

Bagi Maulana, peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ia mengaku mengapresiasi kesigapan para petugas dan rombongan pejabat yang tetap memberikan prioritas kepada ambulans meski sedang berlangsung pengamanan kepala negara.

“Saya respek kepada petugas di lapangan. Bahkan meskipun ada pejabat tinggi, mereka tetap paham ini kondisi darurat. Terima kasih kepada petugas dan rombongan menteri karena tetap memberi prioritas,” pungkasnya.(æ/red)