CIANJUR, BeritaTKP.com — Warga Kampung Ciburiang, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan pada Senin (18/5/2026).
Bayi tersebut ditemukan tergeletak di area persawahan dalam kondisi terbungkus karung plastik dan sehelai kain hitam. Penemuan itu terjadi saat warga setempat sedang beraktivitas menanam padi di sawah.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, membenarkan adanya laporan penemuan bayi tersebut. Menurutnya, bayi itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berada di area persawahan.
“Betul ada penemuan bayi yang baru dilahirkan dibuang. Menurut informasi yang diterima, bayi tersebut ditemukan oleh warga yang beraktivitas di sawah saat menanam padi,” kata AKP Isep Sukana, Senin (18/5/2026).
Saat ditemukan, bayi laki-laki tersebut diketahui masih dalam kondisi hidup. Tali pusarnya juga masih menempel. Berdasarkan perkiraan awal pihak medis, bayi itu diduga baru dilahirkan pada dini hari sebelum akhirnya ditemukan warga.
Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal. Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan perawatan medis intensif.
“Kondisi bayinya sudah dibawa ke fasilitas kesehatan Puskesmas,” ujar Isep.
Terkait motif dan siapa pihak yang meninggalkan bayi tersebut di area persawahan, polisi belum dapat memberikan kesimpulan. AKP Isep menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum ingin berspekulasi mengenai latar belakang peristiwa tersebut.
“Kalau masalah dugaan dari hasil hubungan gelap, kami belum dapat berspekulasi ke sana karena masih dalam penyelidikan. Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Cianjur, namun demikian kita menunggu hasil resmi setelah penyelidikan,” ucapnya.
Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cianjur bersama Polsek Cilaku. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap identitas orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.(æ/red)





