
Sabu Raijua, BeritaTKP.com – Seorang ibu rumah tangga berinisial MLP (57), warga Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh seorang pria berinisial MLP alias Marten (33). Pelaku disebut masih memiliki hubungan kerabat dekat dengan korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari saat korban sedang tidur di dalam kamarnya. Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela, kemudian menuju kamar korban. Saat kejadian, pelaku disebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee, mengatakan kasus ini terungkap setelah anak korban, Mikael (19), masuk ke kamar ibunya pada pagi hari. Saat itu, ia hendak bersiap berangkat sekolah, namun terkejut melihat ibunya dalam kondisi tidak berdaya.
Mikael kemudian mendapati adanya darah di sekitar tubuh korban. Ia lalu memanggil kerabat untuk membantu dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Korban dibawa ke Puskesmas Eilogo untuk mendapat perawatan medis karena mengalami pendarahan hebat,” kata Iptu Deflorintus, Jumat (15/5/2026).
Berdasarkan keterangan korban, dugaan kekerasan seksual tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Namun, kejadian terakhir mengakibatkan korban mengalami kondisi serius hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini telah dilaporkan oleh anak korban dengan nomor LP/B/51/V/2026/SPKT/Polres Sabu Raijua/Polda NTT, tertanggal 12 Mei 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Setelah menerima laporan, anggota Polres Sabu Raijua mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polisi menyebut pelaku melarikan diri setelah peristiwa tersebut terjadi.
“Pelaku kabur dan melarikan diri. Kami masih lakukan pencarian dan pengejaran,” tegas Deflorintus.
Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan. Aparat juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak berwenang.(æ/red)





