Sukabumi, BeritaTKP.com – Sebanyak 12 pelajar di Kabupaten Sukabumi diamankan petugas ketertiban setelah kedapatan membolos sekolah di sebuah gedung tua milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang sudah terbengkalai. Para pelajar tersebut ditemukan berada di kawasan Kompleks Olahraga Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, pada Selasa (12/5/2026).

Aksi bolos sekolah itu terungkap saat personel Kecamatan Palabuhanratu melakukan patroli rutin di sekitar kawasan tersebut. Petugas awalnya mencurigai adanya aktivitas di dalam gedung perkantoran lama yang sudah tidak berpenghuni.

Sekitar pukul 09.15 WIB, petugas kemudian melakukan pengecekan dan mendapati belasan pelajar sedang berkumpul di dalam gedung tersebut pada saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Lokasi itu diduga kerap dijadikan tempat persembunyian oleh pelajar yang membolos.

Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan dari 12 pelajar yang diamankan, lima di antaranya merupakan siswa laki-laki tingkat SMP, sedangkan tujuh lainnya merupakan siswi perempuan tingkat MTs.

“Dari 12 pelajar yang kami amankan, terdapat lima siswa laki-laki tingkat SMP dan tujuh siswi perempuan dari tingkat MTs,” kata Mahbubillah.

Mahbubillah menyayangkan tindakan para pelajar tersebut. Menurutnya, para siswa seharusnya berada di sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar, bukan berkumpul di gedung kosong yang tidak semestinya digunakan sebagai tempat nongkrong.

“Saat patroli berlangsung, kami mendapati mereka di kawasan gedung perkantoran Pemda Cangehgar pada jam belajar. Secara umum kondisi mereka baik dan tidak ditemukan hal-hal yang mengarah pada pelanggaran berat,” tambahnya.

Setelah diamankan, para pelajar tersebut diberikan pembinaan secara humanis oleh petugas. Pihak kecamatan tidak memberikan sanksi fisik maupun tindakan hukum, melainkan memberikan imbauan agar para pelajar segera kembali ke sekolah.

“Langkah yang kami lakukan lebih mengedepankan pendekatan humanis. Petugas memberikan imbauan langsung dan meminta mereka untuk segera kembali ke sekolah,” jelas Mahbubillah.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pihak sekolah maupun orang tua. Pengawasan terhadap anak dinilai perlu diperkuat agar para pelajar tidak kembali membolos atau berkeliaran tanpa tujuan pada jam sekolah.

Petugas juga mengimbau agar gedung-gedung terbengkalai yang berada di kawasan publik lebih diawasi, sehingga tidak disalahgunakan sebagai tempat berkumpul pelajar maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.(æ/red)