JAKARTA, BeritaTKP.com — Aktivitas di lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah perkantoran tersebut digerebek Brimob Polda Metro Jaya. Lokasi itu diduga menjadi tempat beroperasinya jaringan judi online internasional.
Salah satu petugas keamanan tenant gedung, Tono, bukan nama sebenarnya, mengaku sudah lama menaruh kecurigaan terhadap aktivitas di dua lantai tersebut. Menurutnya, Hayam Wuruk Plaza Tower memiliki total 21 lantai, namun lantai 20 dan 21 tidak tercantum identitas penyewanya dalam daftar keterangan gedung.
Tono menjelaskan, berbeda dengan lantai lain yang memiliki keterangan tenant, lantai 20 dan 21 justru tidak memiliki informasi penyewa yang jelas. Kondisi itu membuat sejumlah petugas keamanan mulai curiga terhadap aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.
Menurut Tono, aktivitas para pekerja di lantai tersebut berlangsung hampir sepanjang hari dengan sistem kerja bergiliran atau shift. Ia menyebut para pekerja yang beraktivitas di lokasi itu merupakan warga negara asing atau WNA.
Pada siang hari, para pekerja biasanya turun secara bergerombol saat jam makan siang. Sementara pada malam hari, aktivitas juga terlihat ramai karena para pekerja datang secara bergiliran dalam jumlah banyak.
Tono menyebut mayoritas pekerja yang terlihat berasal dari China dan Vietnam. Namun, ia juga melihat adanya sejumlah WNA dari negara lain yang turut beraktivitas di lantai tersebut.
Aktivitas di gedung tersebut disebut semakin ramai pada malam hari. Bahkan, menurut Tono, akses parkir gedung dibuka selama 24 jam untuk mengakomodasi mobilitas para pekerja yang datang dan pergi sesuai jadwal shift.
Ia mengungkapkan, suasana paling ramai biasanya terjadi sekitar pukul 22.00 WIB hingga tengah malam. Pada waktu tersebut, pekerja datang secara berkelompok untuk berganti shift.
Meski sudah lama merasa curiga, Tono mengaku tidak pernah mendapat penjelasan pasti mengenai kegiatan operasional tenant di lantai 20 dan 21. Ia juga menyebut pihak keamanan sempat bertanya mengenai aktivitas di lantai tersebut, namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas.
Tono menambahkan, salah satu rekannya sempat mencoba melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut melalui layanan darurat kepolisian 110. Namun, ia mengaku baru mengetahui hal itu setelah penggerebekan dilakukan.
Sebelumnya, Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek perkantoran di Hayam Wuruk Plaza Tower. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat aktivitas jaringan judi online internasional yang melibatkan sejumlah warga negara asing.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait aktivitas di lokasi tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan judi online tersebut.(æ/red)





