GRESIK, BeritaTKP.com — Seorang santri berinisial RAS, 15 tahun, ditemukan meninggal dunia di area belakang salah satu pondok pesantren di kawasan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Korban diduga nekat mengakhiri hidup setelah merasa malu usai ditegur pengasuh pondok.

Kapolsek Kedamean, Ekwan, menjelaskan bahwa korban merupakan pelajar SMP kelas 3 dan sudah sekitar tiga tahun menimba ilmu di pondok pesantren tersebut.

Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat ditegur oleh pengasuh karena diketahui menggunakan laptop dari ruang laboratorium tanpa izin. Setelah kejadian itu, korban disebut sempat bercerita kepada santri lain bahwa dirinya merasa malu.

Korban juga sempat menyampaikan perkataan yang mengarah pada keinginan mengakhiri hidup. Namun, para santri lain mengira ucapan tersebut hanya bercanda.

Tak lama kemudian, korban terlihat pergi ke area belakang pondok. Karena tidak kunjung kembali, sejumlah santri kemudian berusaha mencari keberadaannya. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan proses evakuasi. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami kronologi peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi lingkungan pendidikan, keluarga, dan pesantren agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anak. Setiap ucapan yang mengarah pada keinginan menyakiti diri sendiri perlu ditanggapi secara serius dan segera mendapat pendampingan.(æ/red)