Palopo, BeritaTKP.com – Seorang imam masjid bernama Ahmad (62) menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sore, 29 April 2026, setelah korban selesai memimpin salat Asar. Akibat pengeroyokan itu, Ahmad mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan tubuh hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Ahmad mengaku diserang secara tiba-tiba dari arah belakang saat hendak pulang ke rumah. Ia sempat terjatuh karena tersandung tumpukan pasir di sekitar lokasi kejadian. Dalam kondisi terjatuh, korban mengaku masih dipukuli oleh sejumlah orang, bahkan bagian dadanya diinjak dan dipukul menggunakan batu bata.
Peristiwa pengeroyokan tersebut diduga dipicu oleh teguran korban kepada sekelompok anak yang bermain di area masjid sebelum waktu salat Asar. Anak-anak itu disebut menggunakan mikrofon masjid untuk bercanda, bahkan sempat memainkan azan meski belum memasuki waktu salat.
Anak korban, Harun, menjelaskan bahwa ayahnya hanya bermaksud menegur para bocah agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di masjid. Ia menyebut teguran itu dilakukan karena anak-anak tersebut dianggap bermain secara berlebihan di sekitar masjid.
Usai memimpin salat Asar, Ahmad berjalan pulang menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari masjid. Namun, saat berada di depan masjid, korban tiba-tiba diadang dan dikeroyok oleh sejumlah pria dewasa.
Akibat kejadian itu, Ahmad mengalami luka di bagian pelipis dan mata, yang sebelumnya pernah menjalani operasi pada November 2025. Selain itu, korban juga mengalami benjolan di dahi serta sejumlah luka lebam di tubuhnya.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini ditangani oleh Polsek Wara. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi serta masih menunggu hasil visum korban untuk proses penanganan lebih lanjut.
Polisi juga telah memanggil para terduga pelaku untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.(æ/red)





