MALANG, BeritaTKP.com – Jajaran kepolisian berhasil meringkus seorang penadah motor hasil curian berinisial MS (41), warga Pasuruan. Pria tersebut diduga menampung sepeda motor hasil kejahatan dari sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melibatkan satu keluarga di wilayah Singosari, Kabupaten Malang.
Penangkapan terhadap MS dilakukan pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Aksi tersebut merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya yang telah lebih dulu menjerat para pelaku utama curanmor.
Kasus ini bermula dari laporan pencurian sepeda motor yang terjadi pada Maret 2026. Dari hasil penyelidikan, diketahui para pelaku menjalankan aksinya dengan modus menyasar kendaraan yang diparkir di depan sekolah. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan motor tanpa pengawasan ketat.
Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menangkap para pelaku utama. Uniknya, komplotan tersebut diketahui merupakan satu keluarga yang beraksi bersama dalam menjalankan praktik curanmor di wilayah Singosari dan sekitarnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku utama, penyidik kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengidentifikasi MS sebagai pihak yang berperan sebagai penadah. MS diduga rutin membeli dan menampung motor hasil curian untuk kemudian dijual kembali.
Kepada penyidik, MS mengaku mengetahui bahwa sepeda motor yang dibelinya merupakan barang hasil tindak pidana. Bahkan, aktivitas sebagai penadah tersebut diakui telah dijadikan sebagai mata pencaharian oleh tersangka.
Atas perbuatannya, MS saat ini telah ditahan di Mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal penadahan dan terancam hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun.
Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa pengembangan kasus masih terus dilakukan. Penyidik mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain maupun barang bukti tambahan yang berkaitan dengan sindikat curanmor tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama di area sekolah dan tempat umum. Penggunaan kunci ganda serta memarkir di lokasi yang terpantau dinilai dapat meminimalisir aksi curanmor.(Imam)