JEMBER, BeritaTKP.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama Laskar Jahanam Jember terus mengintensifkan konsolidasi dengan masyarakat dari 12 desa yang terdampak operasional PT Imasco Asiatic. Gerakan ini mengerucut pada satu tuntutan utama, yakni penutupan pabrik semen Imasco.

Pasca kegiatan turun langsung menyapa warga pada 17 April 2026, Ketua MAKI Jatim bersama Ketua Laskar Jahanam Jember melakukan dialog terbuka dengan masyarakat terdampak. Dalam kegiatan tersebut, mereka mendengarkan curahan hati dan keluh kesah warga, sekaligus melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Hasilnya, berbagai persoalan yang ditemukan menuai perhatian sangat serius dari kedua lembaga.

Sejumlah keluhan utama yang disampaikan warga meliputi kebisingan operasional pabrik selama 24 jam, pencemaran udara akibat pembakaran batu bara yang berdampak pada menurunnya kualitas hasil panen tembakau, serta gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

Selain itu, warga juga menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal yang tidak sesuai dengan komitmen awal perusahaan. Tak hanya itu, keberadaan pabrik juga dinilai mengancam keberlangsungan usaha tradisional masyarakat, terutama produksi gamping di Desa Grenden yang kini mulai ditinggalkan akibat dominasi produk semen pabrik.

Sebagai bentuk keseriusan perjuangan, MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam dan koordinator warga dari 12 desa sepakat mengusung nama “Jember Selatan Bersatu” sebagai simbol perlawanan dan persatuan masyarakat terdampak.

Pertemuan lanjutan yang digelar pada 18 April 2026 juga menghasilkan keputusan untuk mengadakan konsolidasi akbar. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Desa Kasiyan Timur atau Lapangan Kapuran, Jember.

Konsolidasi akbar ini dipastikan akan dihadiri ribuan warga terdampak dan menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi serta memperkuat langkah perjuangan bersama menuju aksi demonstrasi besar. Aksi tersebut nantinya akan membawa satu tuntutan tegas: menutup operasional pabrik semen PT Imasco.

Dalam agenda tersebut, warga juga akan menyuarakan tuntutan lain seperti lingkungan hidup yang sehat, perbaikan jalan rusak, serta pemenuhan hak Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar.

MAKI Jatim menegaskan akan terus mengawal perjuangan masyarakat, baik melalui aksi lapangan maupun langkah hukum dan administratif terkait dugaan permasalahan dalam perizinan operasional perusahaan.

Seluruh jajaran pengurus dan Satuan Tugas (Satgas) MAKI Jatim dipastikan akan turun langsung dipimpin Ketua MAKI Jatim, bersama jajaran Laskar Jahanam Jember, untuk mengawal jalannya konsolidasi hingga aksi lanjutan.

“Kami bersama masyarakat akan terus bergerak. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut kesehatan, ekonomi, dan masa depan warga. Satu suara, satu tujuan: tutup pabrik Imasco,” tegas perwakilan MAKI Jatim.(Imam/edy)