Situbondo, BeritaTKP.com – Misteri hilangnya seorang lansia di kawasan Taman Nasional Baluran akhirnya terungkap dengan kabar duka. Korban ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang setelah sempat hilang hampir dua pekan.
Ditemukan Warga Pencari Madu
Korban diketahui bernama Suwardi (68), warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Ia pertama kali ditemukan oleh dua warga, Hariyanto dan Yuli, yang sedang mencari madu hutan di kawasan Baluran.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menyebut lokasi penemuan berjarak sekitar 6 kilometer dari titik terakhir korban diketahui.
Identitas Dipastikan dari Barang Pribadi
Meski kondisi jasad sudah berupa tulang belulang, pihak keluarga memastikan identitas korban dari sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, seperti:
- pakaian
- sepatu
- ponsel
- tas milik korban
Diduga Jadi Korban Satwa Liar
Berdasarkan keterangan medis awal, kondisi jasad yang sudah terurai tidak beraturan mengarah pada dugaan korban meninggal akibat serangan binatang liar.
Namun, kepastian penyebab kematian tidak dilakukan secara mendalam karena keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Hilang Saat Cari Sapi
Sebelumnya, Suwardi dilaporkan hilang sejak 4 April 2026. Ia masuk ke kawasan hutan Baluran untuk mencari sapinya yang tidak kembali. Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian selama 7 hari, namun saat itu tidak membuahkan hasil.
Risiko Tinggi di Kawasan Liar
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kawasan seperti Baluran bukan hutan biasa. Dikenal sebagai “Africa van Java”, wilayah ini memiliki:
- savana luas
- hutan kering
- habitat satwa liar seperti banteng, rusa, hingga predator
Aktivitas warga tanpa pengamanan di area tersebut memiliki risiko tinggi, terlebih bagi lansia.
Peristiwa ini menutup pencarian panjang dengan akhir tragis. Selain menjadi duka bagi keluarga, kejadian ini juga jadi peringatan serius tentang bahaya aktivitas individu di kawasan hutan liar tanpa pendampingan atau perlindungan yang memadai.(æ/red)