Jambi, BeritaTKP.com – Pelarian panjang M Alung Ramadhan akhirnya berakhir. Buronan kasus narkotika seberat 58 kilogram itu ditangkap polisi setelah enam bulan kabur dari Polda Jambi dengan cara tak biasa—meloncat dari jendela lantai dua ruang penyidik.

Kabur Dramatis dari Ruang Pemeriksaan

Kasus ini bermula pada Oktober 2025, saat polisi mengamankan mobil Toyota Innova Reborn yang dikendarai pelaku di wilayah Sumatera Selatan. Dari dalam bagasi, ditemukan dua koper berisi puluhan bungkus sabu dengan kemasan teh China. Namun saat proses penyidikan di Polda Jambi, pelaku justru melarikan diri.

Ia memanfaatkan kelengahan petugas, melepas borgol kabel ties, lalu kabur melalui jendela lantai dua sekitar pukul 19.30 WIB. Sejak saat itu, statusnya resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Diburu 6 Bulan, Ditangkap Saat Bergerak

Pelarian Alung berakhir pada Kamis dini hari, 16 April 2026, sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat.

Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait keberadaan pelaku.

Tim melakukan pemantauan sejak 11 April 2026, lalu membuntuti target hingga akhirnya melakukan penyergapan.

“Saat kendaraan dihentikan, terdapat enam orang di dalam mobil, termasuk DPO utama,” ujarnya.

Lima Orang Ikut Diamankan

Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan lima orang lain yang berada satu mobil dengan pelaku. Mereka kini turut diperiksa untuk mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan. Seluruhnya diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolda Jambi.

Barang Bukti dan Dugaan Jaringan

Dari penangkapan itu, polisi menyita:

  • 1 unit mobil Suzuki Grand Vitara
  • 1 ponsel
  • Uang tunai Rp1,7 juta
  • Alat hisap dan barang pribadi lainnya

Polisi kini mendalami apakah Alung masih terhubung dengan jaringan narkotika besar yang sebelumnya terkait pengiriman 58 kg sabu.

Pesan Tegas Polisi

Kapolda menegaskan tidak ada ruang aman bagi pelaku narkotika di wilayah Jambi.

Kasus ini bukan hanya soal pelarian dramatis, tapi juga menunjukkan:

  • lemahnya pengawasan saat pemeriksaan
  • sekaligus kuatnya jaringan peredaran narkoba lintas wilayah

Kini, setelah enam bulan buron, pelarian itu selesai.
Tapi penyidikan baru saja dimulai—untuk membongkar siapa saja yang berada di balik jaringan sabu puluhan kilogram tersebut.(æ/red)