Foto: Siswi SMP Negeri 8 Telaga Biru menjadi korban bullying oleh seniornya. (dok. istimewa)

Gorontalo, BeritaTKP.com – Kasus perundungan dan penganiayaan yang melibatkan dua siswi di SMP Negeri 8 Telaga Biru akhirnya diselesaikan secara damai melalui proses mediasi.

Dimediasi Polisi dan Pihak Sekolah

Perdamaian tercapai setelah kedua pihak dipertemukan dalam mediasi yang melibatkan:

  • pihak sekolah
  • dinas pendidikan
  • pemerintah kecamatan
  • kepolisian
  • orang tua masing-masing siswi

Kepala sekolah, Imran Rahman, menyatakan kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang masalah.

Perdamaian Disahkan dengan Surat Pernyataan

Proses damai berlangsung di rumah pelaku di Desa Talumelito dan ditandai dengan:

  • penandatanganan surat pernyataan
  • kesepakatan kedua orang tua
  • komitmen tidak mengulangi kejadian

Langkah ini diambil agar konflik tidak berlanjut ke ranah hukum yang lebih panjang.

Kronologi Singkat Kejadian

Kasus ini bermula dari insiden pada Selasa (14/4), di luar lingkungan sekolah.

  • Pelaku berinisial MN (15)
  • Korban berinisial AA (14)
  • Pemicu: pelaku tersinggung karena merasa ditatap oleh korban

Insiden tersebut kemudian berujung pada tindakan bullying dan penganiayaan.

Sekolah Tetap Beri Pembinaan

Meski sudah berdamai, pihak sekolah menegaskan tetap akan memberikan pembinaan kepada siswi yang terlibat.

Langkah ini penting karena:

  • bullying termasuk pelanggaran serius
  • perlu edukasi karakter dan kontrol emosi
  • mencegah kejadian serupa terulang

Pesan Penting dari Kasus Ini

Kasus ini menunjukkan bahwa:

  • konflik kecil bisa berujung kekerasan jika tidak dikendalikan
  • peran orang tua dan sekolah sangat krusial
  • mediasi bisa menjadi solusi, tapi pembinaan tetap wajib

Perdamaian bukan berarti masalah selesai sepenuhnya. Justru setelah damai, langkah pembinaan dan edukasi menjadi kunci agar perilaku bullying tidak terulang di kemudian hari.(æ/red)