
Lumajang, BeritaTKP.com – Aksi pengeroyokan terhadap Kepala Desa Pakel di Lumajang menggegerkan warga. Serangan yang terjadi di siang bolong ini tergolong brutal karena melibatkan banyak pelaku dan senjata tajam.
1. Diserang di Rumah Sendiri Saat Siang Hari
Korban, Sampurno, diserang di kediamannya pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat kejadian:
- korban sedang menerima tamu
- tiba-tiba dua mobil datang
- sempat terjadi cekcok sebelum berujung kekerasan
2. Dikeroyok Lebih dari 10 Orang
Pelaku diduga berjumlah lebih dari 10 orang. Mereka tidak hanya memukul, tetapi juga menyerang menggunakan senjata tajam.
Akibatnya, korban mengalami:
- luka di kepala
- luka di lengan
- luka di bahu akibat sabetan celurit
3. Sempat Dikira Tamu
Korban awalnya tidak curiga karena mengira rombongan tersebut adalah tamu biasa.
Namun situasi berubah cepat:
- dari kedatangan biasa
- menjadi adu mulut
- lalu berujung pengeroyokan
4. Diduga Dipicu Salah Paham
Motif sementara mengarah pada kesalahpahaman.
Disebutkan:
- sebelumnya ada perselisihan
- terjadi dalam sebuah acara pengajian beberapa hari sebelumnya
Polisi masih mendalami motif pasti dari kejadian ini.
5. Korban Pilih Berdamai
Meski menjadi korban kekerasan, Sampurno memilih tidak memperpanjang masalah.
Ia menyatakan:
- pelaku mungkin hanya khilaf
- kejadian ini dianggap sebagai pelajaran
Sikap ini cukup mengejutkan mengingat tingkat kekerasan yang dialami.
Catatan Penting dari Kasus Ini
Peristiwa ini menunjukkan:
- konflik kecil bisa berujung aksi brutal jika tidak diselesaikan dengan baik
- keamanan pribadi, bahkan di rumah sendiri, tetap perlu diwaspadai
- penyelesaian damai tetap harus dibarengi proses hukum yang jelas
Serangan terhadap kepala desa ini bukan hanya soal kekerasan, tapi juga soal eskalasi konflik yang tidak terkendali. Meski korban memilih damai, kasus ini tetap menjadi perhatian serius aparat karena melibatkan pengeroyokan dan penggunaan senjata tajam.(æ/red)