
Paniai, BeritaTKP.com – Kasus kebakaran hebat di RSUD Madi Paniai mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap adanya dugaan sabotase yang dilakukan oleh dua orang pelaku, termasuk seorang wanita yang terekam memberi kode sebelum api membesar.
Dua Kali Aksi Pembakaran
Kapolres Paniai, Roycke H.F Betaubun, menjelaskan bahwa aksi pembakaran tidak terjadi sekali, melainkan dalam dua tahap:
- Percobaan pertama (08.30 WIT):
- Seorang wanita masuk ke ruang cleaning service
- Membakar tumpukan kertas
- Api sempat dipadamkan oleh petugas
Namun, kejadian ini tidak langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Aksi Kedua Jadi Pemicu Kebakaran Besar
Sekitar pukul 12.03 WIT, wanita tersebut kembali muncul di area rumah sakit.
- Ia memantau situasi di nurse station
- Setelah kondisi dinilai sepi, ia memberi kode kepada seorang pria
- Pria tersebut masuk ke ruang isolasi
Tak lama kemudian:
- asap tebal muncul
- api dengan cepat membesar
- gedung ruang terpadu RSUD pun hangus terbakar
Ciri-ciri Terduga Pelaku
Dari rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi dua pelaku:
Pria:
- kaos merah, celana hitam
- memakai topi rimba
- postur sedang hingga berisi
Wanita:
- jaket loreng, kaos merah
- kupluk merah-kuning-hijau
- rambut keriting/mengembang
Ancaman Hukuman Berat
Polisi menegaskan akan memburu pelaku hingga tertangkap. Keduanya terancam dijerat dengan pasal yang berkaitan dengan tindakan yang membahayakan keselamatan umum, dengan ancaman hingga 9 tahun penjara.
Pelajaran dari Kasus Ini
Kasus ini menunjukkan bahwa:
- kelalaian kecil (tidak melaporkan percobaan pertama) bisa berujung fatal
- pengawasan internal sangat penting di fasilitas publik seperti rumah sakit
- rekaman CCTV menjadi bukti krusial dalam mengungkap kejadian
Kebakaran RSUD Paniai bukan sekadar insiden biasa, melainkan diduga kuat hasil aksi terencana. Peran pelaku wanita yang memberi “kode” menjadi kunci dalam mengungkap rangkaian kejadian tersebut.(æ/red)