
Jimbaran, BeritaTKP.com – Seorang warga negara Ukraina bernama Igor Komarav (28) dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan di kawasan Jimbaran, Bali. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan korban dalam kondisi terluka sambil meminta uang tebusan sebesar USD 10 juta.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan laporan diterima pada tengah malam oleh pihak kepolisian dari salah satu rekan korban.
“Kejadian itu dilaporkan tengah malam oleh salah satu teman korban,” ujar Ariasandy di Denpasar, Rabu (25/2/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan pelapor, Igor saat itu bersama kekasihnya, Eva Mishalova, serta sahabatnya, Yermak Pereovsky, mengendarai sepeda motor pada malam hari sekitar pukul 22.30 WITA.
Salah satu dari mereka disebut hendak melatih rekannya mengendarai sepeda motor di tanjakan. Dalam perjalanan menuju lokasi, dua dari mereka terpisah dari rombongan.
“Setelah itu ada salah satu kawannya yang merapat dan menyampaikan bahwa mereka diserang orang tidak dikenal,” jelas Ariasandy.
Ketika kembali ke lokasi kejadian, Igor sudah tidak berada di tempat. Di lokasi hanya ditemukan sejumlah barang miliknya, termasuk ponsel dan tas, yang kemudian diamankan sebelum dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan.
Video Permintaan Tebusan
Kasus ini semakin viral setelah muncul video yang memperlihatkan Igor dalam kondisi terluka dan memohon kepada keluarganya agar membayar tebusan sebesar USD 10 juta. Dalam video tersebut, ia mengaku diculik oleh kelompok kriminal.
Namun, polisi belum dapat memastikan lokasi pembuatan video tersebut maupun kebenaran klaim yang disampaikan dalam rekaman.
“Kita belum tahu kaitannya dengan pihak mana pun. Yang jelas dilaporkan adalah warga negara asing,” kata Ariasandy.
Polisi Periksa Saksi
Dari pemeriksaan dokumen perjalanan, Igor tercatat masuk ke Indonesia sebagai wisatawan.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sekitar 10 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mendalami kasus tersebut.
“Tim kami sudah bekerja. Kami berupaya mencari sumber informasi yang valid agar kasus ini bisa segera terungkap dan korban dapat ditemukan,” ujarnya.
Polda Bali menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum menyimpulkan motif maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu.(æ/red)





