Lampung, BeritaTKP.com – Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf angkat bicara terkait kaburnya delapan tahanan dari sel Mapolres Way Kanan. Ia menyebut terdapat unsur kelalaian petugas dalam insiden tersebut.
“Satu orang sudah ditangkap. Yang lainnya masih dalam proses pengejaran, dibantu personel dari Polda, Resmob, dan tim lainnya,” ujar Helfi, Selasa (24/2/2026).
Satu Tahanan Sudah Diamankan
Dari delapan tahanan yang kabur, satu orang berinisial HE (37), tersangka kasus narkoba dari Satresnarkoba, berhasil ditangkap pada Minggu (23/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. HE diamankan di kawasan Kilometer 14, Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.
Penangkapan berawal dari laporan warga yang melihat seorang pria keluar dari semak-semak perkebunan dan meminta minum. Petugas kemudian melakukan penyisiran hingga akhirnya menangkap HE yang bersembunyi di area perkebunan karet.
Tujuh tahanan lainnya hingga kini masih dalam pengejaran aparat gabungan.
Ada Unsur Keteledoran
Kapolda menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kronologi kaburnya para tahanan. Pemeriksaan internal terhadap anggota yang bertugas saat kejadian juga tengah dilakukan.
“Informasi awal yang kami dapat, ada unsur keteledoran anggota yang bertugas. Masih kami dalami dan kroscek satu per satu,” tegas Helfi.
Ia memastikan seluruh tahanan yang kabur masih berstatus sebagai tahanan yang sedang menjalani proses hukum.
Dugaan Bantuan dari Penjaga Kantin
Sebelumnya, polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial S yang diduga membantu pelarian para tahanan. S diketahui merupakan penjaga kantin di belakang Mapolres Way Kanan.
Perempuan tersebut diduga menerima imbalan uang untuk memasukkan gergaji besi ke dalam sel tahanan. Alat itu diduga digunakan untuk merusak plafon sel hingga para tahanan berhasil kabur.
Polisi masih mendalami peran S dalam peristiwa tersebut.
Imbauan untuk Menyerahkan Diri
Polda Lampung telah berkoordinasi dengan keluarga para tahanan yang masih buron dan mengimbau agar mereka segera menyerahkan diri.
“Kami minta keluarga kooperatif dan mendorong yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri,” kata Helfi.
Saat ini, pencarian terus dilakukan di sejumlah titik di wilayah Way Kanan dan sekitarnya. Unit K-9 turut diterjunkan untuk mempersempit ruang gerak para tahanan yang melarikan diri.(æ/red)





