Banyuwangi, BeritaTKP.com – Seorang pendaki asal Jember harus dievakuasi tim SAR gabungan setelah mengalami patah tulang akibat terjatuh saat mendaki Gunung Rante, Banyuwangi, Selasa (17/2/2026).

Korban diketahui bernama Ahmad Saoailah (20), warga Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember. Insiden terjadi ketika korban tengah melakukan pendakian dan diduga terpeleset di jalur yang cukup terjal. Akibatnya, ia mengalami cedera serius dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banyuwangi yang langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Pada pukul 14.23 WIB, tim tiba di titik koordinat dan berkoordinasi dengan Satgas Gunung Rante yang lebih dahulu berada di area kejadian.

Medan yang curam dan licin membuat proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Tim menggunakan tandu darurat untuk menurunkan korban dari ketinggian. Sebelum dipindahkan, korban terlebih dahulu mendapat penanganan medis awal guna menstabilkan kondisi tulangnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan selanjutnya dibawa ke RSUD Blambangan menggunakan ambulans Dinas Kesehatan Banyuwangi untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Operasi berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, BPBD, tim medis hingga masyarakat setempat. Kecepatan respons sangat menentukan dalam situasi darurat di pegunungan,” ujar Oka.

Operasi evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 16.25 WIB. Pihak SAR mengimbau para pendaki agar selalu mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan yang memadai, serta memperhatikan faktor cuaca dan karakteristik medan sebelum melakukan pendakian.

Gunung Rante dikenal memiliki kontur jalur yang cukup menantang, sehingga kewaspadaan menjadi hal penting demi mencegah insiden serupa terulang kembali.(æ/red)