
Jakarta, BeritaTKP.com – Polda Metro Jaya telah menerima laporan resmi terkait kasus pencurian handphone di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penanganan perkara tersebut kini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan laporan tersebut sudah diteruskan dan tengah ditangani oleh jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.
“Laporan di sini dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan. Itu dalam penanganan pihak Polres,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, penyelidik saat ini sedang mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa pelapor dan sejumlah saksi serta melakukan analisis terhadap barang bukti.
“Termasuk dari pelapor sudah dimintai keterangan, saksi-saksi, serta akan ada analisa olah barang bukti, dalam hal ini kamera pengawas (CCTV). Ini yang sedang kami dalami,” jelasnya.
Terekam CCTV
Sebelumnya, video aksi pencurian ponsel di kawasan Blok M beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berjalan di trotoar dan mendekati meja tempat korban duduk bersama temannya.
Korban, seorang wanita, saat itu meletakkan ponsel di atas meja di area trotoar. Pelaku kemudian berbalik arah dan dengan santai mengambil ponsel tersebut sebelum berjalan pergi.
Beberapa saat kemudian, korban menyadari ponselnya telah hilang dan tampak mencarinya. Seseorang yang melintas sempat memberi tahu korban mengenai arah pelaku pergi.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Rosa Witarsa membenarkan bahwa pihaknya telah mengecek lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.
“Sudah (ke lokasi dan memeriksa saksi),” ujarnya.
Saat ini, polisi masih memburu pelaku dengan mengandalkan rekaman CCTV serta keterangan saksi untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Polda Metro Jaya berharap kasus serupa tidak terulang dan memastikan kawasan publik seperti Blok M tetap aman bagi masyarakat.
“Kita ingin menjaga wilayah-wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat agar tetap aman dan tidak menimbulkan rasa takut,” tutup Budi.(æ/red)





