
Jakarta, BeritaTKP.com – Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pelajar SMK Negeri 34 Jakarta di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026), menuai perhatian publik. Korban bernama Aldi Surya Putra diduga terjatuh setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam jalan berlubang.
Pantauan di lokasi pada Selasa (10/2/2026), kondisi aspal di sepanjang Jalan Matraman Raya tampak tidak rata. Sejumlah titik lubang terlihat di badan jalan, sebagian telah ditandai dengan garis putih sebagai penanda perbaikan sementara.
Lubang Disebut Rutin Ditambal
Wadi, seorang juru parkir di sekitar lokasi, menyebut lubang di ruas jalan tersebut bukan hal baru.
“Banyak lubangnya di sepanjang jalan. Ada tiap bulan ditambal,” kata Wadi di lokasi.
Menurut dia, kondisi jalan yang tidak rata kerap memicu kecelakaan, terutama ketika pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kadang-kadang tabrakan kecelakaan, meleng jatuh (menghajar) lubang, jadi jatuh sendiri,” ujarnya.
Wadi menambahkan, kendaraan di Jalan Matraman Raya umumnya melaju cukup cepat karena tidak terdapat polisi tidur setelah perempatan arah Manggarai.
“Tapi kalau jalannya baik, seperti enggak ada lubang, saya kira tidak ada kejadian jatuh,” tuturnya.
Pramono Anung Sampaikan Duka dan Perintahkan Penutupan Jalan Berlubang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya Aldi Surya Putra.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda Aldi Surya Putra,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan pemantauan kamera pengawas milik Pemprov DKI, kecelakaan diduga dipicu kombinasi kondisi jalan licin dan berlubang serta kecepatan kendaraan korban.
“Penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang lalu dilalui dengan kecepatan tinggi. Jadi ini kecelakaan tunggal,” ujarnya.
Perbaikan Sementara Dilakukan
Pramono mengaku telah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk segera menutup seluruh jalan berlubang di Jakarta, meski sifatnya masih sementara.
“Agar hal serupa tidak terjadi kembali di Jakarta, saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga, saya sudah minta semua jalan-jalan yang berlubang untuk ditutup walaupun bersifat temporer,” katanya.
Ia menjelaskan, perbaikan permanen akan dilakukan setelah kondisi cuaca lebih stabil. Saat ini curah hujan masih diperkirakan tinggi hingga pertengahan Februari.
“Walaupun diperkirakan sampai dengan tanggal 18–19 Februari curah hujannya masih tidak menentu, kadang-kadang tinggi,” ucap Pramono.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi jalan berlubang, terutama saat kondisi hujan.
“Kami meminta untuk masyarakat berkali-kali diingatkan, sekarang ini memang ada beberapa ruas jalan yang berlubang dan itu mohon kehati-hatiannya,” tutupnya.(æ/red)





