
Karanganyar, BeritaTKP.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mengungkap lokasi penemuan jasad pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) yang sebelumnya dilaporkan hilang selama 24 hari di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu.
Yazid ditemukan pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 08.45 WIB oleh tim relawan gabungan di aliran sungai kawasan Mitis, Tawangmangu. Lokasi tersebut berada di jalur ekstrem dengan medan terjal dan licin.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan area penemuan memang sulit dijangkau dan memiliki tingkat risiko tinggi.
“Jalurnya memang ekstrem, berada di aliran sungai, sehingga butuh kehati-hatian,” ujar Hendro.
Medan Sulit Jadi Tantangan Pencarian
Selama proses pencarian, tim relawan harus menyusuri jalur pendakian, lembah, hingga aliran sungai untuk memastikan seluruh titik telah diperiksa.
“Korban ditemukan dalam kondisi relatif utuh. Identitas pribadi seperti sepatu dan kaus kaki juga ditemukan di sekitar lokasi, sehingga proses identifikasi lebih mudah sebelum dilakukan evakuasi,” jelas Hendro.
Setelah ditemukan, BPBD segera berkoordinasi dengan tim SAR untuk melakukan evakuasi secara bertahap mengingat kondisi medan yang sulit.
“Masih dilakukan proses evakuasi oleh tim SAR dan BPBD menuju titik bawah. Kami lakukan secara bertahap agar aman,” tambahnya.
Pencarian Sempat Dihentikan
Yazid, warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar, dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat mendaki melalui jalur Bukit Mongkrang.
Operasi pencarian resmi yang melibatkan tim SAR dilakukan selama 14 hari namun tidak membuahkan hasil, sehingga akhirnya dihentikan. Faktor cuaca menjadi salah satu kendala utama.
Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, mengatakan angin kencang beberapa kali menghambat penggunaan drone.
“Drone beberapa kali batal terbang karena faktor angin yang sangat kencang dan tidak stabil,” ujarnya.
Kronologi Hilangnya Korban
Menurut ayah korban, Sapto Mulyono, Yazid berangkat mendaki bersama rekan-rekannya pada Sabtu (17/1) malam dengan perlengkapan yang memadai. Keluarga mulai khawatir setelah mendapat kabar bahwa Yazid belum kembali hingga Minggu dini hari.
Informasi resmi mengenai hilangnya Yazid diterima keluarga dari relawan pada Sabtu petang berikutnya.
Sapto menyebut putranya merupakan pendaki berpengalaman yang telah beberapa kali menempuh jalur Mongkrang dan memiliki kondisi fisik prima.
“Anak kami sudah lebih dari lima kali ke Mongkrang dan fisiknya sedang optimal. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan ratusan relawan yang membantu pencarian,” kata Sapto.
Ia juga menyampaikan perangkat GPS maupun jam tangan pintar milik korban tidak dapat terlacak selama proses pencarian.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim gabungan dan berharap yang terbaik,” ujarnya.(æ/red)





