Ponorogo, BeritaTKP.com – Empat bocah usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) yang ditemukan meninggal dunia di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, diketahui tenggelam di aliran sungai kecil dengan kedalaman mencapai 140 sentimeter. Kedalaman tersebut lebih tinggi dari tubuh para korban.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, sebelum kejadian, keempat korban pulang sekolah dan bermain di sekitar sungai yang memang kerap dijadikan lokasi bermain anak-anak setempat.
“Anak-anak pulang sekolah lalu bermain di sungai itu. Memang lokasi tersebut sering menjadi tempat bermain,” ujar Andin, Sabtu (7/2/2026).
Namun, pada salah satu titik sungai terdapat bagian menyerupai kolam dengan kedalaman setinggi leher orang dewasa. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi anak-anak seusia korban.
“Di lokasi itu ada bagian seperti kolam. Kedalamannya setinggi leher orang dewasa. Untuk anak-anak, jelas tidak sampai,” jelasnya.
Berdasarkan data kepolisian, para korban terdiri dari satu anak usia SD dan tiga lainnya masih berstatus TK. Mereka diketahui mulai bermain di sungai tersebut sekitar pukul 12.00 WIB sepulang sekolah.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan kedalaman sungai di lokasi korban ditemukan mencapai 140 sentimeter, sementara tinggi badan korban paling tinggi hanya sekitar 116 sentimeter.
“Dari olah TKP, kedalaman sungai 140 sentimeter. Tinggi badan korban tertinggi sekitar 116 sentimeter. Artinya, air lebih tinggi dari tubuh anak,” ungkap Andin.
Setelah ditemukan, keempat korban langsung dibawa oleh orang tua masing-masing ke Puskesmas Jambon. Namun, saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut, seluruh korban telah dinyatakan meninggal dunia.
“Yang membawa ke puskesmas adalah orang tua masing-masing. Saat diperiksa, keempatnya sudah meninggal,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kepolisian bersama pemerintah desa berencana melakukan mitigasi di lokasi kejadian. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemasangan pagar di sekitar sungai.
“Karena ini memang tempat bermain anak-anak, ke depan akan kita lakukan mitigasi. Lokasi akan dipagari agar anak-anak tidak lagi bermain di area berbahaya ini,” pungkas Kapolres.(æ/red)





