Ponorogo,BeritaTKP.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo masih memburu A, pemuda yang diduga membunuh ibu kandungnya, Nur Aini (55), di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Upaya pencarian kini meluas hingga ke Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan melibatkan Basarnas.

Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal mengatakan, pengejaran dilakukan berdasarkan informasi terbaru yang menyebut keberadaan terduga pelaku terdeteksi di wilayah Gunung Kidul.

“Pagi ini Pak Imam, Kasatreskrim Polres Ponorogo, langsung berangkat ke Kabupaten Gunung Kidul untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara di sana,” ujar Kompol Try, Selasa (3/2/2026).

Polisi juga menerima informasi bahwa terduga pelaku sempat meninggalkan sepeda motor dan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut kepada seorang warga berinisial R di Gunung Kidul.

Selain itu, muncul dugaan bahwa A menceburkan diri ke laut. Dugaan tersebut menguat setelah polisi menemukan petunjuk dari unggahan terduga pelaku di media sosial miliknya.

“Namun hal tersebut belum dapat disimpulkan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” jelas Kompol Try.

Untuk memperluas pencarian, Satreskrim Polres Ponorogo menggandeng Basarnas Yogyakarta serta berkoordinasi dengan Polres Gunung Kidul dan Polda DIY.

“Karena ada informasi terduga pelaku menceburkan diri ke laut, kami berkolaborasi dengan Basarnas dan jajaran kepolisian di wilayah DIY,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Golan digegerkan dengan penemuan jasad Nur Aini pada Senin (26/1/2026). Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi berlumuran darah, dengan pintu rumah terkunci dari dalam.

Polisi yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka sobek dan memar di bagian kepala korban, yang diduga akibat benturan benda tumpul.

“Hasil olah TKP sementara menunjukkan adanya luka di bagian kepala korban yang diduga disebabkan oleh benda tumpul,” ujar Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali.

Berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi, polisi kemudian mengarah pada A, anak kandung korban, sebagai terduga pelaku pembunuhan.

“Saat ini kami masih terus melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap seluruh petunjuk untuk mengungkap kasus ini secara tuntas,” tegas AKP Imam.(æ/red)