SITUBONDO, BeritaTKP.com – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (31/1/2026) malam. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah rumah semi permanen di Kecamatan Panji roboh dan menimpa penghuninya yang tengah tertidur.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di Kampung Tenggir Timur, RT 001/RW 005. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, terdapat dua rumah terdampak. Rumah milik Minari roboh total, sementara material bangunan menimpa rumah di sampingnya milik Junaida (54).
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriono, mengatakan insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Saat kejadian, Junaida diketahui sedang tidur bersama dua anaknya di satu tempat tidur yang posisinya berdekatan dengan tembok rumah.
“Ibu Junaida tertimpa reruntuhan tembok saat tertidur. Ia mengalami luka di bagian kepala, dada, serta memar di kedua kakinya,” ujar Puriono, Minggu (1/2/2026).
Sementara itu, dua anak korban, Rendi (15) dan Nur Islamiya Putri (3), mengalami luka ringan. Balita Nur Islamiya mengalami luka di bagian pelipis kanan akibat tertimpa material bangunan.
Puriono menjelaskan, korban berhasil dievakuasi berkat kesigapan anggota keluarga dan warga sekitar. Salah satu anak Junaida, Hawidurahman (32), bersama warga langsung mengevakuasi korban dari reruntuhan sebelum dibawa ke RS Mitra Sehat untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Rumah milik Minari dilaporkan rusak berat atau roboh total dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta. Sementara rumah Junaida mengalami kerusakan sedang, terutama pada bagian kamar tidur, dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama unsur TNI, Polri, Tagana, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi sejak Minggu pagi untuk melakukan asesmen, pembersihan material, serta penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut. Warga diminta memastikan kondisi bangunan dalam keadaan aman serta segera mengungsi apabila muncul tanda-tanda bahaya saat hujan lebat disertai angin kencang.(æ/red)





