
Agam, BeritaTKP.com – Tujuh pemuda asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sempat dilaporkan hilang setelah tersesat di kawasan hulu Sungai Rangeh, lokasi bekas banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Ketujuhnya akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan pada Senin (26/1/2026) dini hari.
Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, menjelaskan bahwa proses pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, hingga masyarakat setempat. Operasi pencarian dilakukan sejak laporan diterima hingga malam hari.
“Pencarian dilakukan secara intensif dan evakuasi korban berlangsung dalam kondisi gelap dengan menggunakan peralatan penerangan,” ujar Atta, dikutip dari Antara.
Ketujuh pemuda tersebut diketahui bernama Fahri, Fakhri, Rifal, Bima, Andika, Farel, dan Romi. Mereka dilaporkan tidak kembali sejak Minggu (25/1/2026) sore setelah pergi meninjau lokasi hulu Sungai Rangeh di kawasan Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Saat perjalanan pulang, para korban diduga kehilangan arah dan tidak menemukan jalur turun, sehingga terus berputar-putar di dalam kawasan hutan. Kondisi medan yang sulit membuat mereka tidak dapat keluar hingga malam hari.
Dalam upaya meminta pertolongan, para pemuda tersebut menghubungi pihak keluarga melalui telepon genggam. Atas arahan keluarga, mereka kemudian menyalakan api unggun sebagai tanda keberadaan mereka di tengah hutan.
“Tim SAR mendeteksi titik api dari jarak sekitar 1,1 kilometer, yang kemudian menjadi petunjuk utama dalam proses pencarian,” jelas Atta.
Setelah lokasi diketahui, tim SAR gabungan bergerak menuju titik tersebut dan mengevakuasi seluruh korban menuju permukiman warga. Seluruh korban dinyatakan selamat, hanya mengalami kelelahan akibat berjalan lama di medan hutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasuki kawasan bekas bencana, terutama di wilayah hutan dan daerah aliran sungai yang memiliki jalur terbatas dan rawan menyesatkan.(æ/red)





