Guru di Sikka NTT Jatuh Pingsan usai Ditegur Bupati karena Merokok Saat Dialog

Sikka, BeritaTKP.com – Insiden mengejutkan terjadi dalam rapat koordinasi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/1/2026). Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, Avelinus Nong, dilaporkan jatuh pingsan dan harus mendapat perawatan medis usai menerima teguran langsung dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, di hadapan peserta rapat.

Peristiwa itu bermula saat sesi dialog antara Bupati Sikka dan para kepala sekolah. Dalam forum tersebut, Avelinus menyampaikan kekhawatiran terkait pengukuran lahan SDN Hamar oleh pemerintah desa yang direncanakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih. Ia menilai langkah tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan berpotensi menggusur fasilitas sekolah serta rumah dinas guru.

Menurut Avelinus, penyampaian itu bertujuan untuk meminta solusi dari pemerintah daerah. Namun, suasana rapat berubah tegang ketika bupati menegur Avelinus karena kedapatan merokok di tengah forum resmi.

Avelinus kemudian diminta maju ke depan dan menerima teguran keras. Ia mengaku teguran tersebut disampaikan dengan kata-kata yang dianggap merendahkan martabatnya sebagai pendidik dan disampaikan di hadapan ratusan rekan sejawat.

Tekanan verbal yang dialaminya membuat Avelinus mengalami syok. Ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri, dengan wajah membentur lantai hingga mengalami luka robek di bagian bibir. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, luka pada bibir Avelinus memerlukan lima jahitan. Keluarga korban menyebut peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis yang mendalam. Adik korban, Angelina Nurak, yang juga seorang kepala sekolah, menyatakan kakaknya mengalami tekanan mental berat akibat rasa malu dan tertekan di hadapan publik.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko, menyampaikan bahwa bupati menegur Avelinus semata-mata karena pelanggaran disiplin berupa merokok dalam pertemuan resmi.

Menurutnya, teguran itu disampaikan dalam konteks pembinaan dan keteladanan guru sebagai figur pendidik. Ia juga menyebut Avelinus tidak mengalami pingsan dalam waktu lama dan segera sadar setelah terjatuh.

“Pak Avelinus jatuh dan bibirnya terluka akibat membentur lantai. Tidak ada tindakan kekerasan fisik. Berdasarkan informasi lain, yang bersangkutan juga dalam kondisi kelelahan karena aktivitas hingga larut malam sebelumnya,” ujar Ferdinand.

Ia menambahkan, setelah kejadian tersebut, Bupati Sikka turun dari podium, mendekati Avelinus, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung apabila tegurannya dirasakan menyakitkan. Bupati juga meminta agar Avelinus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, insiden tersebut menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi luas terkait etika komunikasi dalam forum resmi, tekanan psikologis terhadap tenaga pendidik, serta pentingnya pendekatan humanis dalam kepemimpinan birokrasi.(æ/red)