Blitar, BeritaTKP.com – Dua unit sepeda motor di sebuah showroom jual beli kendaraan di Jalan Veteran, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, hangus terbakar akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik saat pengisian daya aki, Senin (15/12/2025) pagi.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar, Bayu Wijayanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.33 WIB, dan petugas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke showroom di Jalan Veteran. Api diketahui menjalar cukup cepat di dalam area showroom,” ujar Bayu kepada wartawan.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke kendaraan lain di dalam showroom. Setelah proses pemadaman, dilakukan pembasahan dan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

“Api berhasil dipadamkan. Dua unit sepeda motor terbakar, sementara kendaraan lain berhasil kami selamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sananwetan Kompol Huwahila mengungkapkan hasil pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan kebakaran diduga berasal dari salah satu sepeda motor yang sedang dilakukan pengisian daya aki.

“Berdasarkan keterangan saksi, saat itu aki motor Yamaha Vega sedang di-charge. Sekitar 15 menit kemudian motor dinyalakan dalam kondisi masih terhubung dengan aliran listrik. Diduga terjadi korsleting yang memicu percikan api,” terang Huwahila.

Percikan api tersebut dengan cepat membesar dan membakar dua unit sepeda motor. Para saksi sempat berupaya memadamkan api secara manual, namun tidak berhasil sehingga akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

“Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp15 juta. Untuk korban jiwa nihil,” tegas Huwahila.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha otomotif, agar lebih berhati-hati saat melakukan pengisian daya aki dan memastikan prosedur keselamatan kelistrikan diterapkan dengan benar guna mencegah kejadian serupa.(æ/red)