Bima, BeritaTKP.com — Operasi pencarian terhadap Roy, seorang pemancing asal Penaraga yang hilang sejak perahunya dihantam gelombang di perairan Kabupaten Bima pada Senin (1/12), berakhir duka. Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis siang (4/12) di kedalaman sekitar 18 meter di Perairan So Mua, Desa Pusu, Kecamatan Langgudu.

“Korban sudah ditemukan dan sudah kita evakuasi,” ujar Kapolsek Langgudu, IPDA Muh. Suhaili, dalam keterangan resminya.

Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Langgudu, Basarnas, Pol Air, relawan pemancing, Pemerintah Desa Pusu, dan masyarakat setempat kembali melakukan pencarian dalam operasi hari kedua. Fokus penyisiran diarahkan ke titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban sebelum terseret gelombang.

Pada pukul 12.20 Wita, tanda keberadaan korban mulai terdeteksi setelah seorang warga Desa Pusu, Maskur, melihat indikasi tubuh di dasar laut. Informasi itu segera diteruskan kepada tim penyelam yang bergerak menuju lokasi.

Sekitar pukul 13.50 Wita, tim penyelam akhirnya menemukan jenazah Roy dalam posisi tengkurap dan tersangkut di celah karang pada kedalaman sekitar 18 meter. Kondisi gelombang yang cukup kuat sempat menyulitkan proses pengangkatan, namun korban berhasil dibawa ke permukaan dan dievakuasi menggunakan speedboat ke daratan.

Jenazah kemudian dibawa ke Pantai Wane untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. Proses evakuasi melibatkan sedikitnya 10 penyelam dari Basarnas, Kepala Desa Pusu, warga lokal, hingga relawan pemancing.

Menurut Kapolsek Langgudu, keberhasilan evakuasi tak lepas dari respon cepat dan koordinasi intensif sejak hari pertama pencarian.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan dan pemancing untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, terutama di perairan Bima yang sering berubah cepat dan berpotensi membahayakan,” imbau Suhaili.(æ/red)