Surabaya, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa dua warga Jalan Kampung Seng, Imam Arifin (30), dan Rivaldo yang menjadi korban penganiayaan oleh puluhan pemuda gangster di depan sekolah Muhammadiyah, Jalan Kapasan, Kota Surabaya, Sabtu (8/6/2024) lalu, sekira pukul 01.00 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, Imam terluka di pipi kanannya, sedangka Rivaldo mengalami luka di lengan kananya. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit (RS) Soewandi di Jalan Tambak Rejo, Kota Surabaya.

Imam mengatakan, saat itu dirinya dan Rivaldo berboncengan naik motor Honda Beat usai membeli susu di minimarket Jalan Kapasan. Saat hendak pulang dengan melajukan kendaraannya dari timur ke barat. Kondisi jalan ketika itu di contra glow karena ada perbaikan saluran sehingga Imam melawan arah ke kanan jalan.

Sesampainya di depan sekolah Muhammadiyah berpapasan dengan gangster yang berjalan dari barat ke arah timur Jalan Kapasan sambil mengacungkan sajam. Bukannya diberi jalan, para pelaku langsung memenuhi jalan bahu jalan menghadang Imam dan Rivaldo.

“Para pelaku menghadang sambil mengedim lampu motornya sehingga membuat mata saya silau. Mereka jalan terus mengelilingi saya. Bahkan salah satu pelaku menyabet sajam mengenai pipi kanan dan lengan kanan teman saya. Saya kira mereka dipukul,” jelas Imam, dikutip dari memorandum.

Mengetahui pipinya berdarah, Imam turun dari motor berusaha melawan. Para pelaku saat itu mengitarinya. Begitu dia turun langsung diserang sajam pelaku lainnya, tapi berhasil menghindarinya. Korban waktu itu sudah pasrah jika mati dibacol oleh kawanan pelaku.

“Saya melawan pelaku yang membacok, namun pelaku lainnya berusaha membawa lari motor saya. Spontan saya berlari menyelamatkan motor. Pelaku yang hendak membawa lari motor saya piting, tapi para pelaku lainnya langsung membacok sajam ke arah saya. Namun saya langsung melepas pelaku sehingga tidak kena bacok,” ujar Imam.

Para gangster baru berhenti menyerangnya dan melarikan diri ke arah Jalan Kenjeran setelah ada mobil Pajero melintas di TKP. Mereka mengira mobil tersebut milik petugas. “Motor saya selamat, begitu juga teman karena usai dibacok langsung lari ke seberang jalan,” tutur Imam.

Ketika Imam diserang gangster, sebenarnya ada satpam sedang berjaga di Pasar Kapasan dan ruko-ruko, namun tidak berani menolong. Mungkin takut karena para pelaku banyak dan membawa sajam.

Bahkan, sewaktu gangster ini meninggalkan TKP, ada seorang pejalan kaki yang melintas dan dibacok namun tidak kena. Selain itu, orang tersbeut juga berlari ke seberang jalan.

Selajutnya, Imam adn Rivaldo dalam keadaan berdarah-darah langsung menuju Polsek Simokerto untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, kemudian diantar petugas ke RS Soewandi untuk mendapatkan perawatan medis. “Luka di pipi saya dalam dan dokter minta dijahit. Tapi saya menolak dan memilih rawat jalan,” tukasnya.

Terpisah, Kapolsek Simokerto Kompol M Irfan membenar kejadian tersebut. Namun kejadian tersebut kini ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya. “Ditangani polrestabes langsung konfirmasi ke sana,” kata Irfan. (Din/RED)