
Kota Batu, BeritaTKP.com – Empat dari lima pelaku pengeroyokan RK (12), siswa kelas 1 SMPN 2 Kota Batu hingga tewas dikeluarkan dari sekolah. Empat pelaku pengeroyok diketahui merupakan teman satu sekolah korban.
Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Batu, Ida Misaroh mengatakan bahwa 4 siswa SMPN 2 Kota Batu yang terlibat pengeroyokan adalah AS (13), KA (13), MA, dan KB (13). Sedangkan MI (15) merupakan murid dari sekolah lain.
Ida menambahkan 4 siswa SMPN 2 Kota Batu yang terlibat pengeroyokan tersebut akan dikeluarkan dari sekolah. Keputusan yang diambil ini berdasarkan hasil rapat dan beberapa pertimbangan.
“Bagian larangan siswa itu berkelahi, main hakim sendiri, kekerasan dan melakukan tindak kriminal masuk kategori berat. Termasuk poin merusak nama baik sekolah disengaja atau tidak dan terbukti menyebarkan di media sosial masuk kategori pelanggaran berat,” kata Ida, dikutip dari detikJatim, Selasa (4/6/2024).
“Selain itu, dari paguyuban wali murid dan komite juga menghendaki 4 anak ini dikeluarkan. Belum lagi kembarannya (RKW) juga berada di sekolah kami, jika dipertemukan apa tidak down malahan. Oleh karena itu, kami dengan berat hati harus mengeluarkan mereka,” sambungnya.
Tidak bisa secara langsung, 4 anak yang akan dikeluarkan tersebut harus melalui proses penyelesaian bagian administrasi. Salah satunya adalah menyelesaikan rapor anak-anak tersebut. Mengingat mereka baru saja mengikuti ujian kenaikan kelas.
“Kita harus menyelesaikan administrasi dulu. Kasihan mereka baru saja ujian, kalau rapornya tidak keluar dulu ke depannya akan sulit ketika mereka mau mencari sekolah lain,” ungkap Ida.
Diketahui, RK meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu pada Jumat (31/5/2024) sekira pukul 10.00 WIB. RK meninggal karena mengalami retak pada tempurung kepala hingga menyebabkan pendarahan dan penggumpalan darah di otak.
Sebelum meninggal dunia, RK sempat dikeroyok oleh teman-temannya pada Rabu (19/5/2024) siang. Terdapat 5 anak di bawah umur yang ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Mereka adalah AS (13), MI (15), KA (13), MA (13), KB (13).
Pada saat kejadian, KA diketahui menjemput korban dan mengambil video saat korban dipukuli. Sedangkan MI memukul dengan tangan kosong sebanyak tiga kali pada bagian kepala samping kiri dan belakang. Ia juga menendang sekali pada punggung korban.
Kemudian MA memukul dengan tangan kosong sebanyak dua kali pada bagian punggung, lalu menendang tiga kali di perut, paha, dan bokong serta menyeret korban. Lalu untuk AS dan KB meski tak ikut memukul, namun keduanya yang menyuruh pemukulan.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin dalam jumpa pers di Mapolres Batu, Jawa Timur, mengatakan salah satu pelaku pengeroyokan atau anak berhadapan dengan hukum berinisia MA (13) merasa tersinggung dengan korban karena diminta mencetak tugas sekolah saat malam hari.
“Motif terduga anak berhadapan dengan hukum inisial MA tersinggung karena oleh korban diminta untuk mencetak tugas pada malam hari,” ujar AKBP Oskar, Sabtu (1/6/2024). (Din/RED)





