Blitar, BeritaTKP.com – BPBD Kabupaten Blitar menyimpulkan bahwa di area permukiman warga di dua kecamatan yang ada di wilayahnya sudah tidak aman lagi. Oleh karena itu, sesuai dengan arahan dari Gubernur Jatim, Pemkab menyiapkan skema rekolasi.
Dalam peta potensi bencana hidrometeorologi, dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar hanya tiga kecamatan yang dinilai aman sebagai permukiman atau hunian. Sementara 19 kecamatan lain, berpotensi mengalami fenomena tanah gerak. Lokasi terluas berada di Blitar selatan.
“Hanya tiga kecamatan yang sangat rendah dari potensi tanah gerak itu. Yakni Kecamatan Kanigoro, Selopuro dan Sanankulon,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyyanto, Jumat (28/10/2022).
Saat banjir bandang yang melanda Blitar bagian selatan pekan lalu, ada sekitar 6 kecamatan yang terdampak. Wilayah terparah berada di Desa Purworejo Kecamatan Wates dan Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo. Ivong menyebut, dua daerah inilah yang menjadi prioritas penanganan warga terdampak untuk direlokasi.
“Kalau dari pengamatan kaji cepat kami, memang dua lokasi itu sudah tidak aman untuk permukiman. Tapi kami tetap menunggu kajian resmi dari PVMBG agar ada dasar kebijakan yang kuat untuk merelokasi warga terdampak,” tandasnya.
Lanjutnya, skema relokasi dalam proses koordinasi semua stake holder karena tidak ada lahan pemda maupun Pemprov Jatim disana. Sehingga, kemungkinan terbesar adalah memakai lahan perhutani.
Sementara Kadis Perkim Pemkab Blitar Adi Andaka mengatakan hari ini pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama. Mengingat semua kewenangan lahan Perhutani berada di Kementerian Lingkungan Hidup.
“Perkim koordinasi dengan semua pihak ya. Dari dinsos, perhutani sampai nanti ke Kementrian LHK. Karena namanya hunian selain aman, kita juga perlu memikirkan sosio kultural budaya dan ekonomi warga yang akan direlokasi. Lokasi relokasi jauh apa tidak, mereka mau direlokasi atau tidak itu yang juga harus dipersiapkan matang,” pungkasnya.
Diketahui, Gubernur Khofifah meminta kepada pemda mempunyai prioritas penanganan pascabencana. Pesan itu disampaikan gubernur ketika takziah ke rumah korban laka truk tebu terseret arus Sungai Kedung Cenit, Bakung Kamis (27/10/2022) kemarin malam. Orang nomer satu di provinsi Jawa Timur tersebut berpesan, Kabupaten Blitar butuh relokasi secepatnya warga terdampak tanah gerak di Panggungrejo dan Wates. (Din/RED)






