Salah satu pedagang ayam potong di Tangerang, Banten, Rabu, 28 Februari 2024.

Tangerang, BeritaTKP.com – Menjelang bulan suci ramadhan harga kebutuhan pangan disejumlah pasar tradisional yang ada di tanah air terpantau terus mengalami kenaikkan yang cukup signifikan salah satunya terjadi di pasar yang ada di Kabupaten Tangerang, Banten.

Salah satu bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah harga ayam potong yang tembus hingga Rp 36.000 per kilogram (kg). Dampak kenaikan harga ini konsumen pun mengurangi jumlah pembelian hingga membuat omzet para pedagang merosot hingga 40%.

Salah satu pedagang ayam potong yakni Rian mengatakan, selain harga ayam potong, daging ayam fillet atau daging ayam tanpa tulang juga mengalami kenaikan. Harga ayam fillet dari sebelumnya Rp 42.000 per kg kini naik menjadi Rp 50.000 per kg.

“Ayam potong hari ini Rp 36.000 sekilo sebelumnya Rp 32.000. Kalau ayam fillet sudah sampai Rp 50.000 sebelumnya cuma Rp 42.000 sekilo. Kenaikan bertahap sudah terjadi sejak awal Februari,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Rabu.

Menurut Rian, selain karena mendekati Ramadan, harga pakan ayam yang mahal diduga menjadi salah satu faktor naiknya harga daging ayam di pasaran. Tingginya harga ayam juga membuat pendapatannya menurun.

“Kenaikan dari peternaknya, pakan mahal. Omset juga kalau harga ayam mahal begini turun banyak, sudah sepi, ayam mahal, turunya hampir 40%, soalnya banyak konsumen komplain, mengurangi pembelian,” jelasnya.

Selain pedagang ayam, berbagai siasat juga dilakukan warga di tengah melambungnya harga daging ayam. Salah satunya adalah Minarti yang mengurangi pembelian dan memilih untuk beralih membeli ceker ayam.

“Pusing kalau naik begini mah, beli juga kadang dikurangi, biasanya beli sekilo sekarang paling setengah kilo. Kadang juga beli ceker aja karena harga daging ayamnya mahal. Harapannya yah harga ayam turun,” katanya.

Siasat yang sama juga dilakukan Apeng, pedagang makanan seblak. Dia mengaku harus mengurangi jumlah pembelian dari biasanya dua kg ayam, kini hanya satu atau satu setengah kg daging ayam.

“Mahal begini paling beli dikurangi sedikit, saya jualan seblak. Mudah-mudahan harganya cepat turun, biar bisa terjangkau masyarakat,” pungkasnya. (æ/RED)