
Pamekasan, BeritaTKP.com – Rumah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 06 di Dusun Timur, Desa Nyalabuh Daya, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, dilempar bahan peledak, pada Senin (19/2/2024) sekitar pukul 03.45 WIB.
Rumah milik pria yang berstatus guru bernama Kusairi (52), warga setempat tresebut akhirnya rusak. Teras rumah, genting, perabotan rumah hancur. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian materiil sekitar Rp10 Juta.
Bahan peledak dari bom ikan bondet ini dilempar oleh orang tak dikenal saat melintas di depan rumah korban. Kebetulan saat itu, korban tidak ada di rumah yang menjadi sasaran lemparan bondet. Husairi berada di rumah satunya yang letaknya berdampingan.
Sebelumnya, korban yang selama ini tidur di kasur depan lemari, terbangun pada sekitar pukul 02.00 WIB. Ia yang merasa ada sesuatu yang tidak enak, pindah ke rumah yang ditempati oleh ayah dan ibunya, sehingga ia bisa selamat dari musibah tersebut.
Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim gabungan ke lokasi untuk melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Selain itu, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian untuk dimintai keterangan.
“Sementara ada beberapa di lapangan yang sudah dimintai keterangan, tapi belum mengarah, biarkan tim backup Polda Jatim dan Polres Pamekasan sedang bekerja di sana, kita tunggu saja ya,” tuturnya.
Kasus teror bom saat momentum pemilu sebagaimana terjadi di Kabupaten Pamekasan merupakan kasus ketiga di Madura. Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Sampang dan Sumenep.
Di Sampang, tim relawan pendukung Prabowo-Gibran ditembak oleh orang tak dikenal, sedangkan di Kabupaten Sumenep, rumah tim relawan Prabowo-Gibran juga diteror bom. (Din/RED)





